Anda terkena Jebakan facebook komen ‘Amin’?

Apakah anda sering menerima kiriman status dengan gambar yang mengharukan? meminta dukungan ‘Amin’ dari status tersebut?. Jelas anda telah terkena jebakan facabook jika anda telah memberikan komen apapun itu dari status mereka. Percaya atau tidak, secara automatis anda masuk dalam jaringan mereka dengan memberikan respon dari status tersebut. Metode ini merupakan metode marketing yang super dasyat dengan memanfaatkan perasaan orang yang melihat gambar yang memiliki sisi emosional bagi siapa saja. Tentu secara tidak sadar, anda atau siapaun yang melihat status tersebut menilai tidak ada salahnya memberi komen. Apalagi sisi religius kita disasar sebagai peluang si pembuat status untuk memperbanyak ‘like’. Anda baru tahu? atau bukan masalah bagi anda?. Anda harus berpikir dua kali untuk menganggapnya sebagai hal sepele. Tips teknologi kali ini akan membeberkan modus yang memanfaatkan perasaa orang hanya untuk kepentingan mencari uang dari status facebook.

“Ketahuilah, ini adalah modus baru untuk mendapatkan respon dengan cepat dan like yang banyak dan anda dimanfaatkan oleh mereka tanpa anda sadari. Mereka akan meraih untung dari setiap like yang mereka dapatkan”

Jawab anda : “Bukan masalah bagi saya, toh saya mendoakan bagi foto yang mereka sebarkan”

“Ketahuilah bahwa dengan sekali anda komen dari status mereka, maka setiap orang lain juga komen maka status notifikasi yang merupakan fasilitas dari facebook akan selalu update ke halaman anda. Dan ini akan terus berulang sejumlah berapa orang yang komen tentang status yang sama. Bisa dikatakan, muncul duplikasi notifikasi dari setiap komen yang masuk ke para pemilik akun facebook yang memberi komentar. Akibatnya … ada akan mendapatkan notifikasi yang lumayan banyak. Ujung-ujungnya akan membuat sibuk post notifikasi akun anda.”

Jika anda masih bingung dengan apa yang dijelaskan, perhatikan bagan cara kerja mereka seperti ini :

Artikel terkait :   Bagaimana memilih paket internet terbaik?

komen-facebook

Coba perhatikan secara seksama modus yang mereka lakukan untuk mendapatkan like atau komen dari anda hanya untuk memperoleh komisi dan bukan memperoleh simpati. Dan ini tekah banyak dilakukan dan mungkin anda tidak sadar telah dimanfaatkan. Memang secara mteriil anda secara tidak langung dirugikan, tetapi akan membuat smartphone anda sibuk dong mendapatkan komen sampah dari orang yang juga komen dari status yang enggak jelas.

Modus mereka dengan memainkan sisi empati kita?

Banyak studi dilakukan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada otak kita saat kita berpartisipasi di media sosial, khususnya Facebook. Salah satu yang baru ditemukan adalah adanya hubungan yang kuat antara Facebook dengan bagian dari otak yang disebut dengan brain’s reward center yang dalam istilah kedokterannya disebut dengan nucleus accumbens. Area ini memproses perasaan menghargai sesuatu, seperti terhadap makanan, uang, penerimaan secara sosial.

Saat kita menerima feedback positif di Facebook, perasaan senang akan menyelimuti bagian ini di otak kita. Semakin besar intensitas penggunaan Facebook, maka semakin besar pula perasaan dihargai tersebut.

Studi lainnya mencatat reaksi psikologis seperti pelebaran pupil mata pada sejumlah voluntir saat mereka menatap halaman Facebook. Hal ini menunjukkan bahwa browsing Facebook bisa membangkitkan fokus secara menyeluruh yang disebut dengan istilah flow state, perasaan yang Anda dapatkan saat merasa sangat gembira mengerjakan sebuah pekerjaan atau mempraktekkan skill baru.

Mengapa kita dibuat komen begitu mudah?

Satu hal menarik tentang menerima komentar adalah bagaimana otak kita bereaksi dibandingkan dengan “likes”. Moira Burke yang melakukan studi terhadap 1200 pengguna Facebook dalam sebuah eksperimen yang masih terus berjalan, menemukan bahwa PM (personal messages) itu lebih memuaskan untuk diterima ketimbang likes.

Artikel terkait :   Cara menikmati siaran tv hd Indonesia

Elan Morgan sempat menyinggung pada pengalamannya berhenti memberikan “likes” selama 2 minggu bahwa ia menemukan keuntungan tambahan saat lebih memprioritaskan berkomentar ketimbang “liking” yaitu secara efektif bisa melatih ulang algoritma Facebook untuk memberikan lebih banyak konten yang ia inginkan.

Fakta yang bisa diambil: Komentar (Comments) adalah pendorong emosi yang kuat. Manfaatkanlah semaksimal mungkin dengan cara lebih sering berhubungan dengan komunitas di Facebook dan mereply komentar-komentar dari fans agar percakapan bisa terus berlanjut.

Alasan kita tergila-gila komen sebuah status ?

Kira-kira adakah sisi gelap dari media sosial seperti Facebook ini? Beberapa studi mengungkapkan kekhawatiran bahwa Facebook justru membuat kita semakin kesepian atau terisolasi atau cemburu terhadap segala sesuatu yang terlihat sempurna didalamnya. Sisi buruk dari Facebook ini tampaknya muncul terutama saat kita menjadi penonton pasif di Facebook dan bukan bagian dari pengalaman yang berlangsung.

Pada studi yang dilakukan oleh Carnegie Mellon di tahun 2010 ditemukan bahwa saat orang engage di Facebook, dengan cara posting, messaging, liking, dan sebagainya, perasaan mereka dari keseluruhan social capital yang mereka miliki meningkat, dan kesepian akan menurun. Tapi saat para partisipan hanya mengintip, Facebook akan beraksi sebaliknya, menaikkan rasa kesepian dan terisolasi mereka.

Dari berbagai studi itulah, modus mereka memainkan peran untuk mencuri peluang yang jarang orang perhatikan. dan itu sebenarnya merugikan kita sebagai pemiliki akun. Apakah anda masih bingung dan tidak masalah dengan komen mereka?

Leave a Reply