Apa resiko bisnis properti?

Jika anda seorang agen properti, sebaiknya anda mengetahui resiko bisnis properti dari kelebihan serta kelemahan saat akan menekuninya. Setiap jenis bisnis memiliki faktor resiko yang harus dihadapi, termasuk yang paling buruk yaitu kehilangan modal atau aset yang menjadi obyek dalam transkasi jual beli. Seberapa besar nilai kerugian yang bisa terjadi dalam setiap bisnis terutama bidang properti, tergantung seberapa besar kita melibatkan diri dalam bisnis tersebut. Tetapi, bukan menjadi penghalang untuk kita mengelola dengan penuh semangat karena tidak ada bisnis yang tidak memiliki resiko. Tujuan utama kita mengetahui resiko bisnis properti agar kita dapat mencegah kehilangan aset hanya karena kita tidak mengantisipasinya lebih awal. Dalam artikel bisnis kali ini, kami akan mengulas beberapa resiko yang bisa terjadi dalam bidang properti.

resiko-bisnis-propertiMengapa banyak yang berbisnis dalam bidang properti?

Properti seperti rumah, perkantoran, tanah, dan lain-lain memberikan potensi keuntungan yang luar biasa, kenapa? Hal tersebut disebabkan karena harga yang selalu naik tajam. Misalkan saat ini anda membeli sebuah tanah, dua atau tiga tahun kemudian tanah tersebut akan memberikan keuntungan yang luar biasa, semakin lama anda menunggu maka semakin mahal juga harganya. Dan hebatnya, harga properti sulit sekali bahkan belum pernah mengalami penurunan harga (kecuali jika pengelolaan yang buruk dan kondisi luar biasa terjadi).

Haruskah memiliki modal dulu untuk menjadi agen properti?

Mungkin anda berpikiran “wah kalau harga selalu naik, nantikan juga membutuhkan modal yang besar untuk mendapatkan properti”, jangan salah, untuk masalah modal anda dapat memperolehnya melalui pihak lain, yaitu bank. Bank dapat memberikan pinjaman kepada anda untuk membiayai properti yang ingin anda dapatkan. Misalnya, anda ingin membeli rumah dengan harga Rp. 500.000.000, anda hanya perlu mengeluarkan dana 20% hingga 30% dari harga tersebut, sisanya dapat anda peroleh dari pinjaman bank, dan rumah yang anda beli tersebut akan menjadi jaminan kepada bank.

Artikel terkait :   Cara hitung kredit rumah subsidi

Jika kita pinjam modal dari bank, bisakah kedepan ada masalah?

Ingat krisis ekonomi global 2008 yang dialami amerika sehingga berdampak pada ekonomi Negara lainnya, krisis tersebut bermula dari kredit perumahan yang diberikan oleh bank. Saat itu bank banyak memberikan kredit perumahan kepada masyarakat, namun dikemudian hari banyak sekali masyarakatnya malah tidak bisa melunasi pinjamannya, tentu hal ini akan berdampak pada keuangan bank, akhirnya banyak bank yang mengalami kebangkrutan. Karena bank mengalami kebangkrutan maka bank tidak bisa memberikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan lainnya, dan perusahaan-perusahaan yang mengandalkan pinjaman bank untuk operasi usahanya tentu juga akan mengalami kesulitan keuangan, dan efek ini mempengaruhi segala sektor ekonomi seperti efek domino.

Bagaimana jika properti tidak kunjung laku?

Ketika anda memiliki properti, anda juga memerlukan sebuah perawatan agar harga properti tidak mengalami penurunan. Misalkan, tetap jaga kebersihan rumah milik anda, seperti tembok yang tetap bersih, rumput yang rapi, pagar yang tidak berkarat, walaupun harga untuk perawatan seperti cat, memotong rumput, membersihkan pagar tidaklah seberapa, tapi hal itu akan memberikan efek negative untuk calon pembeli, mereka berpotensi melakukan penawaran yang rendah karena melihat kondisi properti yang tidak bersih, padahal kalau dibersihin tidak memerlukan biaya yang tinggi namun tawaran akan diberikan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga sebenarnya.

Selain itu, salah satu resiko bisnis dan investasi properti yang anda hadapi adalah bencana alam. Bencana alam bisa terjadi kapan saja, dan dapat menimpa siapa saja, termasuk menghancurkan properti yang anda miliki. jika bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami menghancurkan properti anda, jelas hal ini akan menyebabkan kerugian yang besar. Nah, untuk mengatasi hal ini mungkin anda harus mengeluarkan biaya lagi untuk mengasuransikan properti tersebut agar dapat terlindungi.

Artikel terkait :   Memilih rumah untuk investasi

Resiko apa saja yang sering menimpa investasi bidang properti?

Risiko kebakaran dan banjir, merupakan risiko yang saat ini sering terjadi dan bisa menimpa sebuah properti. Anda mungkin tidak pernah tahu kapan bencana itu bisa menimpa. Karena itu, untuk memproteksi berbagai properti yang dimiliki, maka sebaiknya Anda membeli asuransi properti. Asuransi ini dapat memberikan perlindungan terhadap sebagian besar risiko pada properti, seperti risiko kebakaran, pencurian dan beberapa risiko akibat perubahan cuaca dan bencana.

Bagaimana dengan asuransi bisnis properti?.

Asuransi properti, atau yang biasa disebut juga dengan asuransi rumah, memiliki perbedaan definisi yang tipis dengan asuransi kebakaran. Pada beberapa perusahaan, asuransi properti dibedakan dari asuransi kebakaran, sedangkan pada perusahaan lainnya asuransi kebakaran merupakan bagian dari asuransi properti.

Pada intinya, asuransi properti akan memberikan berbagai jenis perlindungan terhadap properti atau rumah Anda. Perbedaan asuransi kebakaran dengan asuransi properti terletak pada jenis perlindungan yang diberikan.

Jika pada asuransi kebakaran hanya memberikan perlindungan terhadap lima hal (kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap), asuransi properti memberikan perlindungan yang lebih luas, misalnya perlindungan dari banjir, pencurian, aksi mogok, kerusuhan, dan huru-hara. Hal-hal yang disebutkan terakhir tersebut memang juga tersedia pada asuransi kebakaran, tapi konsumen dikenakan tambahan premi, sedangkan pada asuransi properti itu sudah merupakan perlindungan standar.

Jadi, secara sekilas, terlihat bahwa asuransi properti memberikan perlindungan yang lebih luas daripada asuransi kebakaran. Karena itu, premi pada asuransi properti lebih mahal dibandingkan asuransi kebakaran.

Setiap perusahaan asuransi memiliki produk yang berbeda-beda, ada yang sudah memasukkan asuransi kebakaran di dalam asuransi properti, tapi ada juga yang menjualnya secara terpisah. Karena itu, Anda harus bertanya lebih detail mengenai perbedaan asuransi kebakaran dengan asuransi properti yang dijual.