Berapa resolusi foto yang bagus ?

Meningkatkan resolusi dilakukan untuk memperbesar gambar agar tidak pecah, terutama saat penentuan resolusi foto yang bagus saat pengambilan gambar. Aplikasi apapun seperti photoshop atau foto editing yang bisa digunakan selalu melihat foto asli yang dihasilkan. Jadi jika hasil pengambilan gambar sudah memiliki tingkat resolusi yang cukup tinggi, anda sebenarnya tidak perlu pusing untuk melakukan perbesaran gambar dengan aplikasi apapun. Resolusi sangat berperan dalam menampilkan ketajakan foto yang dihasilkan, semakin tinggi resolusi maka gambar akan semakin halus dan tidak mengalami pecah pecah jika diperbesar. Pada beberapa teknik fotografi sebenarnya banyak dibahas mengenai hal ini sebagai bagian yang harus kita pahami sebagai seorang fotografer. Menurut seorang fotografer, bagaimana menentukan resolusi foto yang bagus untuk menangkap moment yang indah dan unik?. Mari kita bahas dalam artikel berikut ini.

resolusi-fotoMengapa resolusi itu penting?

Hasil foto dengan menggunakan Kamera Digital bisa kita lihat langsung melalui Komputer tanpa harus membawa ke lab foto untuk dicetak. Namun tidak bisa dihindari bahwa kita terkadang masih memerlukan hasil foto yang dicetak sehingga bisa dilihat kapan saja dan dimana saja tanpa tergantung dengan komputer.

Meskipun kualitas sebuah foto digital ditentukan oleh banyak faktor, tapi resolusi tetap menjadi salah satu penentu utama. Resolusi diukur dengan satuan pixel (bujursangkar berisi informasi warna) yaitu jumlah detil yang bisa ditangkap oleh kamera. Makin banyak jumlah pixel dalam satuan luas, makin halus dan baik kualitas foto digital.

Apa itu pixel?

Sebuah foto digital tersusun atas jutaan titik kecil bernama piksel (pixel). Pixel sendiri adalah kata yang berasal dari singkatan Picture Elements. Masing-masing piksel membawa informasi yang menentukan warna (hue), kekuatan warna tersebut (saturation) dan seberapa terang warna tersebut ditampilkan (brightness).

Artikel terkait :   Kamera hasil terbaik dengan kamera apa?

Karena hampir semua foto terdiri dari jutaan piksel (1 megapiksel = 1 juta piksel), maka mata telanjang kita hampir tidak bisa mengenali lagi sebuah piksel secara terpisah, yang terlihat adalah satu kesatuan utuh foto dengan gradasi halus antara terang-gelap, pergeseran warna dan tone.

Kalau mau melihat sebuah piksel, sesekali cobalah resize resolusi foto karena . Seperti foto dibawah ini, foto ini memiliki ukuran resolusi 600×450 piksel. Diukuran yang lumayan kecil seperti ini kita masih belum bisa melihat sebuah piksel, semua tampak halus dan mulus.

Apa perbedaan resolusi foto untuk monitor dan cetak?

Resolusi sebuah gambar digital diukur dalam pixel per inch (ppi – piksel per inchi), dan resolusi standar untuk kualitas foto adalah 300 ppi. Jadi kalau kita tahu berapa megapiksel yang dimiliki sebuah kamera digital, kita bisa mengetahui ukuran print yang optimal untuk foto yang dihasilkan kamera tersebut.

Sebagai contoh, kita asumsikan sebuah kamera digital yang memiliki resolusi 6 Megapiksel (MP) dengan ukuran tepatnya adalah 2816 piksel (panjang) x 2112 piksel (lebar) – sehingga totalnya menjadi 6 MP. Untuk menghitung ukuran print optimum yang bisa dihasilkan kamera kita bagi 2816 x 2112 piksel dengan 300 ppi dan hasilnya adalah 9,5 dan 7 inchi. Jadi sebuah kamera digital dengan resolusi 6MP bisa menghasilkan print foto dengan ukuran 9,5 x 7 inchi atau 24 x 18 cm.

Untuk layar monitor, standar yang dipakai adalah 72ppi (Windows) dan 96ppi (Mac), jadi tampilah di layar monitor sebenarnya kalah jauh dibandingkan dengan resolusi standar untuk print (300 ppi). Artinya adalah, sebuah foto yang yang masih tampak bagus di monitor belum tentu bagus saat di print, namun sebuah foto yang mulai kelihatan pixelate saat di print di 300 ppi bisa jadi masih tampak halus di monitor komputer.

Artikel terkait :   Gaya selfie aneh yang disukai netizen

Berapa tingkat resolusi minimal agar foto tidak pecah saat di cetak?

Terkait dengan hal-hal diatas, maka kita patut mengetahui juga bahwa mesin cetak foto itu biasanya berkemampuan densitas 300dpi sehingga kita akhirnya sering memakai patokan ini sebagai standard densitas minimum yang diperlukan baik untuk mencetak di laboratorium foto ataupun dengan printer sendiri.

Resolusi kamera juga terkait dengan proses cetak. Besar Resolusi yaitu 1280×960 (1MegaPixel), 1600×1200 (2MP), 3MP, 10MP dan lain-lain itu adalah menandakan banyaknya titik yang ada dalam gambar tersebut. Semisal foto dengan resolusi 1600×1200 berarti ada 1600 titik di horizontal dan 1200 titik di vertikal. Untuk resolusi 1 megapixel ukuran maksimum pencetakan adalah 4×6 inci. Sedangkan ukuran maksimum pencetakan kamera dengan resolusi 5 megapixel bisa mencapai 14×17 inci.

Dengan ini berarti kita mengetahui bahwa resolusi minimum yang dibutuhkan untuk mencetak 4R adalah 1795×1204 pixel. Sehingga resolusi kamera digital yang mendekati ukuran tersebut mungkin adalah 2MP yaitu 1600×1200.

Tetapi harus diingat bahwa adanya perbedaan rasio panjang lebar antara file kamera digital (4:3) dengan standar kertas foto (3:2) itu biasanya berakibat terjadinya cropping (pemotongan) pada sisi-sisi foto karena laboratorium foto biasanya melakukan sedikit peregangan secara otomatis pada file-file yang bersangkutan, misalnya foto dengan resolusi 1600×1200 akan diperbesar menjadi 1795×1346 untuk memenuhi ukuran frame minimal dari 4R untuk kemudian dicropping lagi sehingga bagian yang tercetak itu tetap beresolusi 1795×1204.

Leave a Reply