Cara membersihkan lensa kamera dslr

Foto penampakan hantu tertangkap atau terekam kamera sering terjadi karena faktor lensa yang kotor. Cara membersihkan lensa kamera DLSR menjadi salah satu sebab hasil foto timbul sesuatu yang aneh, seperti blur atau buram pada area tertentu, gambar yang doble, atau ada bintik hitam dan fogging. Kesalahan hasil foto ini kadang disalah artikan banyak orang yang menganggap ada obyek lain yang berhasil ditangkap. Lensa menjadi bagian yang vital bagi kamera DLSR. Teknologi yang dipasangkan pada kamera DLSR berkekuatan pada sensor yang didukung oleh kemampuan lensa mempertajam obyek didepan kamera. jika obyek mengalami gangguan saat ditankap oleh sensor karena lensa yang tidak bersih atau cacat, maka bisa jadi semua hasil jeperetan juga menjadi cacat. Untuk itu, membersihkan lensa pada kamera DLSR memerlukan kehati-hatian agar lensa tidak tergores, cacat atau malah buram. Apa saja yang perlu diperhatikan saat kita membersihkan lensa kamera DLSR?. Mari kita simak teknik fotografi dalam membersihkan lensa kamera berikut ini.

membersihkan-lensa-kameraApa saja yang perlu dipersiapkan sebelum membersihkan lensa kamera DLSR?

Alat pembersih kamera bukan hanya lap atau cairan pembersih saja, melainkan cukup banyak diantaranya. Terutama adalah untuk proses pembersihan bagian-bagin vital seperti kaca lensa, depan dan belakang, mirror, viewfinder, layar LCD, body kamera atau bahkan sensor. Yang harus hati-hati adalah ketika Anda sedang berurusan dengan komponen sensor yang bermasalah.

Tidak boleh ada kesalahan saat melakukan pembersihan tersebut karena sangat sensitif dan merupakan “nyawa” dari kamera. Jika Anda sudah mengetahui dan memiliki alat-alat pembersih kamera, tentu menjadi keuntungan sendiri. Anda tidak perlu pergi ke tukang service maupun jasa cleaning. Cukup gunakan alat-alat yang ada dan kerjakan sendiri. Lebih hemat biaya, karena umumnya jasa cleaning bisa sampai ratusan ribu tergantung kerumitannya.

Nah, berikut ini beberaoa macam alat pembersih lensa kamera yang perlu anda persiapkan lebih dulu :

Blower – Salah satu alat pembersih kamera yang cukup populer digunakan, yakni Blower. Alat ini wajib Anda miliki karena mampu secara efektif membersihkan setiap bagian kamera. Bentuknya bulat lonjong dan biasanya terbuat dari karet. Lalu pada bagian bawahnya terdapat komponen perpanjang dengan lubang kecil pada ujungnya yang berfungsi untuk menghembuskan angin dari Blower. Cara penggunaannya, Anda bisa menekan-nekan bulatan Blower sambil mengarahkan ujung Blower ke bagian yang sedang dibersihkan, baik itu mirror, sensor dan lain-lain. Jadi kinerja alat ini seperti kompresor manual. Blower dipasaran banyak tersedia dalam berbagai ukuran dan variasi.

Lenspen – Alat pembersih yang kedua adalah Lenspen yang sering digunakan untuk membersihkan lensa kamera. Atau Anda juga bisa menggunakan untuk pembersih lensa teropong, bercak lingkup aperture kecil, komponen teleskop, eyepieces, atau barang-barang yang memiliki komponen optik lain termasuk kaca mata. Lenspen mampu secara efektif membersihkan lensa dari debu serta bisa juga digunakan untuk menghilangkan finger print (tanda bercak jari) dan noda air yang sudah mengering pada lensa maupun filter. Ada pula Lenspen yang sengaja dirancang untuk pembersih layar LCD kamera, camcorder, ponsel dan lain-lain.

Artikel terkait :   Memilih filter kamera dslr yang bagus

Swab – Alat pembersih kamera terpenting lainnya adalah Swab yang biasanya digunakan untuk membersihkan sensor kamera baik dari jenis CCD maupun CMOS. Swab merupakan sebuah penyeka dirancang untuk membersihkan sensor pencitraan Kamera DSLR serta permukaan optik yang sulit dijangkau lainnya. Swab harus bersih, steril dan aman dari kotoran lain dari luar. Pada ujung penyeka biasanya dirancang lebih lembut dan memiliki gagang kuat. Mungkin orang akan mengira bahwa Swab adalah plastik yang biasa digunakan untuk mengambil lem.

Lens Tissue – Tisu menjadi alat pembersih kamera berikutnya, dan untuk Lens Tiissue atau lensa tisu dirancang untuk lembut membersihkan semua jenis optik kaca yang ada pada lensa. Lens Tissue ini akan membantu menjaga optik lensa Anda bebas dari noda dan sidik jari, serta dapat mencegah adanya penyimpangan yang terjadi akibat kotoran yang masuk.

Sensor Clean – Bentuknya hampir sama seperti Swab, namun khusus untuk membersihkan sensor kamera. Penggunaannya juga bisa dipadukan dengan Swab, namun Sensor Clean menjadi awal untuk menghilangkan semua debu dan kotoran pada sensor sebelum proses selanjutnya dengan Swab. Penggunaanya, Anda bisa menarik Sensor Clean dari pinggir kanan sampai ke pinggir kiri (atau sebaliknya) dengan cara satu arah. Paket pembelian Sensor Clean merek biasanya juga diberi tambahan cairan pembersih.

Cotton Bud – Cotton bud tidak hanya dipergunakan untuk membersihkan kuping. Cotton bud yang bersih juga sering dimanfaatkan untuk membersihkan kamera, terutama sensor. Alat ini dipakai untuk membersihkan debu atau noda-noda yang kasat mata, sebelum Anda memolesnya dengan Sensor Clean maupun Swab. Yang perlu hati-hati adalah jangan sampai menekan sensor dengan alat ini karena bisa meninggalkan serat.

Carian Pembersih Optik – Cairan pembersih optik sering ditemukan pada toko-toko kacamata, atau bahkan Anda bisa mendapatkan gratis jika membeli produk kaca mata di toko tertentu. Cairan tersebut (banyak merek) bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lensa dari jamur. Tentunya dengan dipadukan dengan kain chamois yang steril dan bersih. Hanya saja untuk membersihkan lensa dari jamur perlu kehati-hatian ekstra, terutama saat melakukan pembongkaran.

Apa yang biasanya membuat lensa menjadi kotor?

Untuk merawat dan membersihkan lensa Kita dapat membeli cleaner kit yang dijual secara umum dengan harga yang sangat terjangkau. Beda kotoran beda pula cara penanganannya. Pembersihan yang kita lakukan pada bagian interior harus sangat hati-hati dan bebas dari ancaman debu. Berikut adalah penjelasannya :

1. Debu
Ketika kita sering menggunakan lensa sudah pasti disana akan menempel debu, baik yang sangat lembut sampai debu yang kasat mata. Cara mengatasinya adalah dengan menyapu secara lembut menggunakan kuas khusus dalam paket cleaner kit. Atau menyemprotkan udara menggunakan blower atau lazim disebut air blower dan jangan menggunakan blower bertekanan tinggi/canned air. Jangan mengusap dengan kain karena justru bisa menggoresnya.

2. Noda Sidik Jari
noda sidik jariMembersihkan noda sidik jari memang sedikit sulit karena diperlukan perlakuan yang sangat lembut. Anda dapat menggunakan kain micro fiber atau tisu khusus lensa(sekali pakai) kemudian hembuskan nafas ke lensa dan sapu secara lembut. Menghembuskan nafas ke lensa berfungsi untuk sedikit memberikan uap agar lensa tidak kering saat diusap. Usapan dilakukan dengan gerakan memutar dari luar ke tengah. Apabila cara diatas belum berhasil kita bisa merendam kain dengan beberapa tetesan methanol/alkohol/cairan khusus pembersih lensa kemudian coba usap lagi dengan gerakan memutar. Hal yang perlu kita ingat adalah jangan mengaplikasikan alkohol/cairan secara langsung ke lensa karena justru bisa merusak lapisan pelindung permukaan lensa. Apabila kita tidak membawa kain mocro fiber atau tisu bisa menggunakan kain berbahan cutton, karena bahan ini mampu membersihkan dengan baik serta memiliki tekstur yang lembut. Jangan pernah menggunakan tisu facial, handuk, kertas, material berbahan polyster, atau kain dengan tekstur yang kasar.

Artikel terkait :   Perlukah membeli kamera dlsr untuk pemula?

3. Debu pada Cermin/Mirror
Mungkin selama ini pemahaman kita salah terhadap debu yang tampak pada jendela bidik/viewfinder. Debu tersebut bukanlah berasal dari lensa melainkan dari mirror/kaca bagian dalam kamera. Debu tersebut memang tampaknya mengganggu namun pada dasarnya tidak akan menurunkan kualitas gambar. Mirror juga memiliki lapisan khusus yang bisa tergores secara permanen. Kita dapat membersihkan dengan tiupan blower, serta mengusapnya menggunakan kuas lembut.

Bagaimana membersihkan viewfinder yang kotor?

Debu pada viewfinder juga dapat mengganggu kejelasan penglihatan, kita bisa menggunakan micro fiber/cutton bud/kapas yang sedikit dibasahi kemudian usap, dan pada usapan kedua menggunakan micro fiber/kapas yang kering. Untuk membersihkan LCD/layar kita juga bisa melakukan hal yang sama dengan viewfinder, namun apabila kotoran membandel kita bisa menggunakan sedikit campuran air+alkohol. Usapan yang dilakukan harus satu arah sampai selesai, kemudian dengan arah berlawanan. Jangan mengusap dengan cara memutar.

Bagaimana membersihkan sensor kamera?

Membersihkan Sensor membutuhkan tahapan yang lebih panjang dari beberapa poin di atas. pertama posisi power harus on, karena bila posisi off sensor akan terbuka dan akan memiliki resiko lebih tinggi. Karena itu yakinkan bahwa daya batere cukup untuk 30-60 menit. Pastikan kamera dalam posisi off kemudian Lepas lensa dan kita akan melihat mirror/cermin, nah letak sensor pas dibelakang cermin.

Nyalakan kamera/pindah ke posisi on. Kemudian lakukan sensor cleaning yang ada pada menu LCD, setelah selesai (muncul konfirmasi clean dari LCD). Gunakan blower, semprotkan udara untuk menghilangkan debu, kemudian sapu menggunakan kuas dengan lembut. Ketika noda yang ada pada sensor cukup membandel, kita bisa menggunakan sensor swab.

Dalam paket pembelian sensor swab kita akan mendapatkan cairan khusus pembersih sensor dan sejenis kuas sebagai pembersih. Pilihlah sensor swab sesuai dengan spesifikasi type sensor kamera anda. Bagian ini sangatlah sensitiv, oleh karena itu perlu kita baca mengenai petunjuk manual kamera masing masing. dan apabila anda kurang menguasai maka lebih baik serahkan pada tenaga professional.

Leave a Reply