Diet cacing pita yang mengancam jiwa

Berbagai cara orang lakukan untuk menurunkan berat badan, hingga memakai cara ekstrim. Pahamilah diet cacing pita yang mengancam jiwa tanpa pola hidup sehat yang benar. Begitu banyak berita dan cerita yang berkembang di forum kesehatan yang memberikan cara-cara ekstrim yang cukup miris dimana melakukan diet dengan mengkonsumsi cacing pita untuk menurunkan berat badan secara instan. Suatu hal yang mengandung resiko jika anda melakukannnya hanya ingin memiliki berat badan yang ideal. Banyak cara yang lebih sehat yang dapat anda lakukan tanpa melakukan suatu yang ekstrim dan instan. Oleh karena itu, dalam artikel kami kali ini akan memberikan gambaran bagi anda yang ingin mengetahui seberapa bahayanya cacing pita bagi kesehatan kita. Sungguh sangat berbahaya anda jika melakukan diet cacing pita hanya untuk memperoleh berat badan ideal. Simak penjelasan berikut ini.

diet-cacing-pitaBagaimana teknik diet cacing pita?

Pertama kali diet cacing pita mulai dipromosikan pada tahun 1900-an. Masyarakat mulai dikenalkan dengan cara diet yang dianggap mudah dan hasilnya cukup baik. Salah satunya adalah penyanyi asal Amerika, Maria Callas. Ia nekat menurunkan berat badannya dengan menelan cacing pita. Yang mengejutkan, para model Victoria Secret ternyata juga menerapkan cara diet ini. Mereka ingin selalu terlihat langsing tanpa harus pakai korset untuk menutupi perut yang makin banyak tertimbun lemak.

Caranya, mereka menelan kapsul berisi telur cacing pita yang akan menetas dan hidup dalam perut. Mereka terus menyerap makanan yang dikonsumsi oleh para model itu hingga penyerapan nutrisi yang dilakukan tubuh sangat terbatas.

Apabila berat badan ideal sudah dicapai, maka pelaku diet harus mengonsumsi pil anti-parasit yang akan membunuh cacing di dalam perut. Sayangnya, untuk mengeluarkan jasad cacing pita, harus dilakukan dengan manual sebab cacing tak akan hancur.

Bahaya apa cacing pita bila masuk ke tubuh?

Diet cacing pita sangat tidak dianjurkan karena dinilai berbahaya, hal tersebut diperkuat dengan adanya kasus pada seseorang yang tidak tahu menahu bahwa sakit perut yang teramat sangat dirasakan tersebut ternyata diakibatkan oleh karena adanya cacing pita dalam tubuh. Nah, apalagi bagi anda sekalian yang sengaja memasukan cacing pita dalam tubuh.

Pakar kesehatan mengungkapkan bahwa apabila cacing pita masuk dalam tubuh makan akan dapat menyebabkan penyakit kista, baik itu kista dihati, otak, mata, dan bahkan sumsum tulang belakang yang tentunya dapat beresiko mematikan. Bukan hanya itu saja, diet cacing pita juga dapat memberikan efek negatif terhadap sumbatan yang terjadi pada usus dengan ditandai gejala malnutrisi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jenis diet ini dapat mengganggu sistem pencernaan pada manusia dan susahnya proses penyerapan nutrisi dalam tubuh. Sehingga memang benar dapat menurunkan berat badan, akan tetapi dapat anda bayangkan sendiri, bahwa jika secara rutin mengkonsumsi cacing pita, dengan begitu makanan yang anda konsumsi baik itu jenis makanan yang sehat sekalipun akan tidak dapat anda terima, dan pada akhirnya anda akan kekurangan gizi serta nutrisi yang sangat baik untuk tubuh, karena telah di serap cacing pita itu sendiri.

Artikel terkait :   Minuman segar penurun kolesterol

Cacing pita juga dikenal dengan nama cestodes. Tubuhnya bertekstur rata, menyerupai pita dan memiliki ruas-ruas pada tubuhnya. Panjang cacing pita dewasa bisa mencapai 9 meter. Mengonsumsi makanan atau air yang mengandung larva atau telur cacing pita merupakan penyebab terjadinya infeksi cacing pita.

Telur cacing pita yang masuk ke dalam sistem pencernaan dapat menetas sehingga menyebabkan infeksi usus. Sementara itu, jika telur cacing pita berhasil keluar dari saluran pencernaan, dapat memasuki jaringan tubuh atau organ lain sehingga menyebabkan infeksi yang bersifat invasif.

Cerita diet cacing pita yang paling tragis adalah seorang anak perempuan dilarikan ke rumah sakit dikarenakan mengkonsumsi pil isi telur cacing pita yang disuruh oleh ibu nya sendiri agar dapat terlihat kurus saat mengikuti kontes kecantikan.

Cacing pita bisa memakan otak manusia ?

Hilang keseimbangan, pusing-pusing, sulit menelan dan tubuh mati rasa sering didiagnosa sebagai gejala tumor otak. Tapi bisa jadi itu bukan tumor otak melainkan gejala cysticercosis. Penyebabnya adalah cacing pita yang menggerogoti dan memakan otak manusia. Gejala awal yang dikeluhkan pasien itu memang mirip dengan gejala tumor otak atau penyakit stroke. Bahkan ketika dilakukan scan MRI, pertumbuhan tidak normal di otak terlihat seperti pertumbuhan tumor.

Namun ketika Dr Peter Nakaji, ahli bedah dari the Barrow Neurological Institute mengoperasi seorang pasiennya dengan kelainan tersebut, ia kaget karena menemukan sesuatu yang aneh pada otak pasiennya.”Sebagai dokter bedah saya banyak menemukan hal-hal buruk dan aneh, termasuk ketika saya menemukan cacing parasit hidup yang sedang menggerogoti otak pasien. Cacing itu bisa menyebabkan kemunduran otak dengan sangat cepat,” ujar Nakaji seperti dikutip dari Livescience.

Cacing parasit yang masuk ke dalam otak itu adalah cacing Taenia solium yang hidup pada jaringan hewan babi. “Seseorang yang terinfeksi cacing pita ini bukan berarti jorok, tapi mungkin saja berasal dari makanan yang mengandung parasit cacing tersebut,” kata Nakaji. Kasus cacing parasit pada otak manusia ini semakin meningkat di Amerika. Lebih dari 20 persen ahli saraf di California pernah mendapatkan kasus ini. Cacing parasit yang dikenal dengan cysticercosis ini berasal dari usus babi dan bisa masuk dalam tubuh manusia serta berkembang di organ usus atau otak.

Jika seseorang makan larva cacing yang terdapat dalam daging, maka larva itu akan berujung di usus dan berkembang seperti alien. Seekor cacing bisa menghasilkan 50.000 telur setiap harinya. Tapi jika daging itu tercemar oleh telur dari kotoran babi dan dimasak deengan panas yang tidak sempurna, maka itulah yang memicu tumbuhnya cacing di otak.

Berbeda dengan larva, telur cacing lebih mungkin untuk melewati aliran darah. Dari sana, telur bisa menjalar ke seluruh bagian tubuh, termasuk otot, permukaan bawah kulit dan otak. Adalah masalah besar di beberapa negara Amerika Latin dan Meksiko karena kebiasaan orang di sana yang mengonsumsi daging babi setengah matang. Penyakit ini bisa menular jika orang yang terinfeksi punya kebiasaan buruk seperti jarang mencuci tangan. Telur-telur cacing Taenia solium itu bisa bertahan hidup di formaldehid, bahan yang keras dan berbahaya sekalipun. Bayangkan jika ia hidup di jaringan yang tidak berbahaya seperti organ tubuh manusia. Jika dibiarkan terus, ia bisa menghabisi organ-organ penting dalam tubuh manusia.

Artikel terkait :   Memilih cemilan sehat untuk diet

Untuk beberapa kasus, operasi pengangkatan cacing dalam tubuh tidak diperlukan karena cukup dengan obat, cacing tersebut bisa mati. Namun jika cacing tersebut sudah memasuki daerah percabangan pada otak, maka tidak ada lagi langkah yang bisa menyelamatkan pasien selain operasi pengangkatan cacing karena jika dibiarkan risiko kematian pun bisa menghampiri.

Apa gejala tubuh kemasukan cacing pita?

Umumnya infeksi usus akibat cacing pita tergolong ringan. Meski demikian, infeksi yang bersifat invasif karena cacing pita bermigrasi keluar saluran pencernaan, dapat memicu komplikasi yang lebih berbahaya. Seringkali orang yang terkena infeksi usus akibat cacing pita tidak merasakan gejala apa pun. Beberapa gejala yang dapat terjadi ketika mengalami infeksi usus antara lain mual, sakit perut, lemah, kehilangan nafsu makan, diare, turun berat badan dan menurunnya kemampuan tubuh menyerap nutrisi makanan.

Bagi yang menderita infeksi usus akibat cacing pita, bagian kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus, sementara bagian tubuhnya terus bertambah panjang dan memproduksi telur. Sementara itu, gejala infeksi invasif akibat cacing pita memiliki kemungkinan menyebabkan kerusakan organ dan jaringan. Gejala yang ditimbulkan seperti demam, timbulnya benjolan atau kista, reaksi alergi, infeksi bakteri, hingga gejala gangguan syaraf seperti kejang.

Bagaimana cara mengatasi infeksi cacing pita ?

Infeksi yang disebabkan cacing pita dewasa dapat dikenali dari tinja yang mengandung telur ataupun bagian-bagian tubuh cacing pita. Tinja dari seseorang yang diduga menderita infeksi cacing pita, sebaiknya diperiksa di laboratorium. Kemungkinan dokter juga akan memerika area sekitar anus untuk mencari keberadaaan telur atau bentuk larva cacing pita.

Infeksi cacing pita dapat diperiksa menggunakan sinar-X, ultrasound, CT-scan, ataupun MRI. Pemeriksaan lain juga mungkin dilakukan, seperti tes darah atau tes fungsi hati.

Umumnya pengobatan akibat cacing pita adalah obat oral. Obat ini akan membasmi cacing pita dan akan dikeluarkan bersama dengan tinja. Jika cacing pita tergolong besar, kemungkinan penderita mengalami kram perut saat proses tersebut. Dokter akan mengecek ulang tinja sekitar tiga bulan setelah pengecekan pertama, yaitu saat pengobatan selesai. Salah satu jenis obat cacing yang banyak digunakan untuk cacing pita adalah praziquantel.

Selain itu, ada pula obat lain yang dapat digunakan membasmi cacing pita yaitu albendazole dan nitazoxanide. Obat mana yang akan diberikan, tergantung dari jenis cacing pita dan lokasi terjadinya infeksi.

Leave a Reply