Efek terlalu sering makan gorengan

Siapa yang tidak suka makanan atau cemilan ini. Walau berminyak dan banyak keluhan karena efek terlalu sering makan gorengan hingga tenggorokan serak dan efek perut sebah, tapi tetap saja banyak yang rela antri untuk mendapatkan makanan yang baru saja diangkat dari penggorengan ini. Dewasa ini banyak sekali beredar rumor yang menyebutkan bahwa beredar minyak yang sudah tidak layak pakai, diolah kembali dan dijual kepada penjual gorengan pinggir jalan. Makan gorengan memang menjadim kebiasaan masyarakat kita saat bersantai dan waktu luang, tetapi kebiasaan ini sering menjadi sebuah keinginan untuk menjadikan gorengan menjadi makanan cepat saji. Nah, apakah makan gorengan menjadi sesuatu yang menyehatkan?. Apa dampak terhadap tubuh, terutama jantung?. Bukankah gorengan mengandung sangat tinggi lemak?. Mari dalam artikel hidup sehat ini akan kita bahas mengenai hal ini.

makan-gorenganBenarkah makan gorengan bikin gemuk?

Gorengan merupakan salah satu makanan yang paling populer di masyarakat Indonesia dan paling digemari. Karena rasanya yang cukup enak juga sangat pas dikantong. Selain itu, hampir di setiap warung yang kita kunjungi pasti menyediakan camilan gorengan ini. Kenapa gorengan bikin gemuk?

Jika Anda bertanya seperti itu, yuk kita bahas berbagai macam dampak mengkonsumsi gorengan. Gorengan biasanya terbuat dari bahan-bahan yang menyehatkan, seperti pisang, tempe, tahu dan lainnya. Namun, gorengan tentunya juga membutuhkan minyak untuk menggoreng. Minyak ini sebenarnya mengandung kalori tinggi. Bahkan dalam 1 sdm minyak saja bisa mengandung lemak murni sebanyak 13,6 gram dan 117 kalori. Wah, terbayang kan jika kita mengkonsumsi gorengan dalam jumlah yang banyak? Ada berapa jumlah kalori dalam tubuh?

Apa bahaya makan gorengan terlalu banyak?

Makan gorengan tidak menaikkan kadar kolesterol, asal dimakan secara bijak. Biar bagaimanapun tubuh membutuhkan lemak meski dalam jumlah terbatas. Semua minyak goreng itu memang non-kolesterol. Walaupun demikian, lemak dalam minyak goreng yang banyak beredar di pasaran merupakan lemak jenuh yang akan membentuk kolesterol di dalam tubuh setelah melalui serangkaian proses metabolisme. Makan gorengan itu oke saja, asal…. tak berlebihan!

Artikel terkait :   Bahaya alkohol bagi tubuh

Bila memungkinkan, sebelum mengonsumsi gorengan cobalah serap minyaknya dengan tisu. Ini akan mengurangi sedikit asupan lemaknya. Pilihlah gorengan yang potongannya tebal seperti perkedel, empal, ikan, atau ayam goreng karena lebih sedikit menyerap minyak dibandingkan dengan gorengan yang dipotong tipis dan digoreng kering, seperti keripik tempe, keripik bayam, kerupuk ataupun kremes. Gorengan yang berlapis tepung juga termasuk yang menyerap banyak minyak.

Dampak yang paling parah jika mengkonsumsi terlalu banyak gorengan adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Hal ini disebabkan minyak yang digunakan berkali-kali bisa menjadi penyebab adanya asam lemak trans yang berbahaya bagi tubuh, yang bisa menyebabkan kolesterol meningkat. Oleh karena itu, Anda harus mengurangi konsumsi gorengan untuk mencegah kolesterol tinggi dan penyakit lainnya.

Mengapa sering membuat sebah / kembung perut?

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan gorengan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa yang tidak enak di perut. Meskipun penyakit ini bukan masalah yang serius, tapi akan membuat perut Anda menjadi tidak nyaman dan tidak enak. Maka dari itu, kurangi mengkonsumsi makanan gorengan untuk menghindari bahaya mengkonsumsi gorengan sehingga menyebabkan gangguan pencernaan pada tubuh.

Apakah benar membuat nyeri di dada?

Mengkonsumsi gorengan terlalu banyak juga bisa menyebabkan meningkatnya asam lambung yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami sesak atau nyeri dada. Oleh karena itu, Anda perlu mengurangi asupan makanan gorengan untuk mencegah sesak napas atau nyeri dada. Sebab, itulah salah satu faktor kenapa gorengan bikin gemuk dan kemudian membuat dada terasa sesak ketika bernafas.

Apa tanda gorengan yang tidak sehat?

Gorengan merupakan makanan yang banyak dijumpai di masyarakat. Makanan ini sering dikonsumsi sebagai camilan, bahkan tidak jarang yang mengonsumsi gorengan sebagai makanan utama. Konsumsi gorengan berlebih harus diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, apalagi saat ini beredar gorengan mengandung plastik ataupun dengan lilin.

Cukup banyak oknum penjual makanan yang mencampurkan plastik ke dalam minyak goreng yang digunakan saat menggoreng. Tujuannya adalah agar gorengan menjadi tahan lama dan tetap gurih. Meskipun gorengan berplastik terasa renyah dan gurih, tentunya ini akan berbahaya bagi kesehatan karena plastik sulit dicerna dalam tubuh.

Artikel terkait :   Apakah bawang merah bisa menurunkan panas?

Gorengan yang menyebabkan kolesterol tinggi biasanya dicirikan dengan warna gorengan yang kuning kecokelatan dan tingkat kandungan minyak yang tinggi pada gorengan. Warna kuning kecokelatan ini disebabkan oleh tingkat kekotoran dan kejenuhan minyak yang digunakan untuk menggoreng gorengan ini.

Semakin kotor minyak yang digunakan untuk menggoreng, maka semakin cokelat pula warna gorengan yang dihasilkan. Gorengan yang digoreng menggunak minyak yang bersih akan memiliki warna kuning keemasan, sangat jauh berbeda dengan gorengan yang digoreng menggunakan minyak yang kotor.

Untuk itu, jika anda membeli gorengan, pilihlah gorengan yang berwarna kuning keemasan dengan tingkat kandungan minyak yang rendah (garing).

Benarkah dapat menyerang jantung karena kadar kolesterol tinggi?

Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan sekitar 17,5 juta orang per tahun meninggal akibat penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah. Tak hanya itu, jantung juga dinyatakan WHO sebagai penyakit pembunuh nomor satu di dunia.

Salah satu pemicunya ialah asupan lemak jenuh (saturated fat) dari kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan sehari-hari. Kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi dalam minyak yang Anda gunakan untuk menggoreng dapat menyebabkan terbentuknya Kolesterol di dalam tubuh.

Gorengan penyebab kolesterol tinggi pada dasarnya dipengaruhi oleh kandungan lemak jahat yang ada pada minyak goreng. Semakin kotor dan jenuh media minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng, maka semakin tinggi pula kandungan lemak jahat yang ada pada gorengan tersebut.

Kandungan lemak jahat dapat mengakibatkan tingginya kandungan kolesterol dalam tubuh manusia. Kadar kolesterok yang terlalu tinggi dalam tubuh manusia pada akhirnya akan menyebabkan sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung koroner dan darah tinggi.