Gaya foto selfie di atas gedung

Foto anti mainstream dan menantang paling gokil, yaitu gaya foto selfie di atas gedung bertingkat yang menjulang tinggi dengan latar belakang dari ketinggian. Jika diperhatikan, posisi foto diatas gedung sangat beresiko jika tidak memperhatikan sisi keamanan, tetapi banyak anak muda yang saling berlomba mengabadikan moment ter ekstrim di tempat paling bahaya ini. Jika salah sedikit saja, maka taruhannya bisa nyawa. Bisa dibayangkan, saat meencari lokasi tertinggi dan memanjat posisi paling atas, sekilas pemandangan dibawahnya begitu indah, tetapi juga sangat berbahaya. Gaya foto diatas ketinggian gedung ini memang tidak direkomendasikan bagi anda yang ingin memiliki foto selfie unik jika tidak memiliki keahlian dalam memanjat dan tidak takut ketinggian. Tapi, ada baiknya kamu juga perlu mengetahui, gaya foto selfie dengan teknik seperti apa saat berada diketinggian?. Apa yang harus dipersiapkan agar dapat dilakukan dengan aman?. Mari kita simak ertikel berikut ini.

selfie-diatas-gedungMengapa ingin foto selfie di ketinggian?

Alasan setiap orang pastinya berbeda-beda, ada yang ingin mencoba sesuatu yang baru, ada yang ingin menikmati pemandangan alam, ada yang cuma ikut-ikutan tren, ada yang ingin nyari jodoh (sangat tidak disarankan, hehe), atau mungkin ingin kabur dari rumah (sangat-sangat tidak disarankan), atau apalah bebas, masih banyak alasan lain gedung-gedung tertinggi. Yang pasti, kamu perlu tahu alasan pastinys kenapa kamu ingin mendaki, dan usahakan untuk mencari alasan yang positif, agar foto selfie diketinggian yang kamu lakukan lebih bermakna, lebih bermanfaat, dan bisa memberikan pelajaran berharga untuk kehidupan kamu. Dengan alasan yang jelas, kamu bakal mudah untuk menetapkan tujuan foto selfie diketinggian yang akan kamu lakukan.

Apa yang dipersiapkan agar tidak beresiko jatuh ?

Belum lama ini, kita dikejutkan oleh peristiwa jatuhnya seorang pendaki yang terpeleset ke kawah Merapi setelah berfoto di Puncak Garuda, puncak tertinggi di Gunung Merapi. Puncak tersebut memang menjadi sasaran para pendaki dan jika sudah menaklukkannya akan terasa belum lengkap jika tidak mengabadikannya dengan berfoto.

Kejadian tragis tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi karena sebenarnya larangan untuk mendaki sampai ke puncak Gunung Merapi sudah diberlakukan dan terus dihimbau kepada para pendaki. Para pendaki disarankan hanya mendaki sampai ke Pasar Bubrah karena alasan keamanan.

Artikel terkait :   Mengapa wanita suka foto dari atas?

Tidak cuma di Gunung Merapi, beberapa puncak tertinggi di gunung lain juga menyimpan bahaya dan sangat disarankan untuk tidak didaki. Salah satunya adalah Gunung Raung yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Di puncak yang ada di kawasan gunung tersebut, selain curamnya sama dengan yang ada di Merapi, bebatuannya juga tidak stabil.

Selain berisiko terpeleset dan terimpa batuan yang tidak stabil, asap dan gas berbahaya yang ada di puncak gunung juga bisa membahayakan keselamatan para pendaki. Taatilah semua peraturan yang sudah dibuat oleh pihak yang berwenang karena ketahuilah bahwa semua peraturan tersebut dibuat untuk menjaga keselamatan kamu semua para pendaki.

Nah, untuk anda yang ingin berfoto selfie di ketinggian, sebaiknya anda perhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Lihat Kondisi Alam
Melihat kondisi merupakan cara pintar agar terhindar dari kecelakaan di saat mengambil foto selfie. Terkadang, di saat Anda melihat keindahan pemandangan yang ada di depan mata, Anda lupa beberapa kondisi dari tempat tersebut, seperti tebing yang curam, hutan yang rimbun, atau binatang buas yang bisa saja setiap saat mengintai. Jika Anda sudah yakin bahwa lokasi Anda tersebut aman, Anda dapat melakukan selfie sepuasnya.

2. Perhatikan Cuaca
Cuaca yang buruk juga dapat menjadi faktor terjadinya kecelakaan saat melakukan selfie. Cuaca yang tidak menentu akan mempengaruhi keadaan alam, seperti licin, terik matahari, dan suhu dingin. Selain akan berimbas pada keselamatan, hal ini juga mempengaruhi hasil foto yang Anda dapat kurang maksimal. Anda harus melakukan persiapan untuk selfie jika menemui cuaca yang sulit seperti ini.

3. Jangan Abaikan Larangan
Tempat wisata alam biasanya memiliki papan-papan larangan sebagai petunjuk untuk wisatawan. Namun, sebagian besar orang tidak memperdulikan peringatan tersebut sehingga kecelakaan saat mereka melakukan selfie. Perhatikan peringatan seperti larangan memanjat tebing atau berfoto di area hutan dengan binatang liar.

4. Bersikap Sewajarnya
Melihat pemandangan yang indah dan mengagumkan akan membuat Anda ingin mengambil foto selfie dengan segera. Namun sebaiknya bersikaplah sewajarnya. Jangan terlalu senang dan gembira. Kondisi mental yang seperti ini akan membuat Anda hilang konsentrasi dan hal ini bisa saja menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan.

Artikel terkait :   Gaya foto selfie banyak di like

5. Mawas Diri
Selfie juga dijadikan wadah untuk berekspresi bagi sebagian anak muda. Sah-sah saja jika Anda melakukan selfie di mana pun untuk menghibur diri. Namun, mawas diri sangat diperlukan saat Anda melakukan kunjungan wisata. Sekedar berjaga-jaga tidak ada salahnya, bukan?

6. Selalu Utamakan Keselamatan
Belakangan ini, aksi-aksi selfie yang dilakukan orang semakin menggila saja, ada yang nekad naik ke tower dengan tanpa pengaman, ada yang bela-belain naik ke tiang listrik, ada juga yang bergelantungan di jembatan, dan masih banyak lagi hal-hal gila yang dilakukan orang, hanya untuk sekedar memotret diri sendiri untuk kemudian dipamerkan di media sosial. Buat kamu-kamu yang doyan selfie di gunung, jangan senekad itulah, beberapa waktu lalu kan sudah ada korban meninggal gara-gara selfie di gunung Merapi, hargailah nyawamu. Bukan cuma soal urusan selfie, dalam hal apapun yang kamu lakukan di gunung, prioritaskan untuk selalu mengutamakan keselamatan, ngga lucu juga kan kalau kamu pulang mendaki hanya tinggal nama.

7. Persiapkan Diri untuk Situasi Darurat
Selama kamu melakukan persiapan fisik dengan baik, dan selama kamu mengikuti aturan keselamatan yang berlaku, semoga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Namun datangnya kecelakaan tak pernah ada yang tahu, karena bisa saja kecelakaan tersebut datangnya dari faktor di luar diri kita sendiri, sehingga kita tak bisa menghindarinya. Maka dari itu, kamu perlu belajar bagaimana cara menangani keadaan darurat saat sedang mendaki gedung bertingkat. Bawa selalu survival kit dan peralatan P3K untuk bekal mengantisipasi keadaan darurat

8. Pilih Pakaian yang Sesuai
Saat mendaki gedung, pastinya kita bakal berada di alam bebas yang udara dan cuacanya bisa berubah-ubah tak karuan, dan lagi kamu tahu sendiri kan gimana dinginnya udara, jadi siapkan dan pilih pakaian yang sesuai dengan kondisi yang bakal dihadapi. Untuk menghadapi udara dan angin yang dingin, kamu bisa bawa jaket atau baju hangat yang windproof (lebih bagus lagi kalau waterproof), dan untuk menghadapi perubahan cuaca saat melakukan pendakian, kamu bisa pilih pakaian dengan bahan yang mudah kering dan nyaman digunakan untuk bergerak bebas.

Leave a Reply