Kandungan kolesterol jeroan sapi

Jika anda menyukai aneka masakan daging sapi, banyak resep yang bisa dicoba. Bagaimana dengan kandungan kolesterol jeroan sapi?. Bagaimana kandungan gizinya?. Bagi sebagian orang yang menyukai makanan daging memang tidak begitu mempermasalahkan mengenai seberapa kandugan kolesterol, tetapi bagi yang memiliki berat tubuh berlebih dan memiliki keluhan jantung, maka akan menjadi masalah. Untuk menikmati daging dan jeroan sapi memang banyak cara dan resep. Nah, agar anda tetap dapat menikmati sajian jeroan sapi yang anda minati, mari kita bahas mengenai kandungan kolesterol yang ada dalam jeroan sapi. Apakah anda masih aman dan tidak menjadi masalah untuk dapat menikmati jeroan sapi?.

jeroan-sapiApa saja yang dikategorikan jeroan sapi?

Jeroan sendiri terdiri dari berbagai bagian yaitu hati, jantung, ginjal, lidah, usus, dan otak. Hati merupakan organ utama tubuh bagian dalam hewan. Senyawa beracunlebih banyak ditemui pada hati, dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Sebab, hati merupakan tempat untuk menetralkan racun di dalam sistem pencernaan tubuh.

Bila ingin mengonsumsi hati sapi, sebaiknya dicuci berulang kali hingga bersih dan direbus sampai matang, baru diolah. Ini penting untuk mengurangi kemungkinan bahaya. Ginjal berwarna merah tua. Ginjal kambing memiliki satu cuping, sedangkan ginjal sapi dan lembu memiliki beberapa cuping.Ginjal hewan yang masih muda sangat lembut dan memiliki aroma khas, sedangkan ginjal hewan yang sudah tua lebih keras, terasa pahit, dan berbau amis menyengat.

Babat merupakan bagian perut hewan ruminansia, seperti sapi.Babat segar berwarna putih kelabu atau krem kehijauan. Di pasaran ada babat berwarna putih bersih. Warna tersebut didapat melalui proses bleaching (pemutihan) menggunakan bahan kimia sintetis. Bila tidak hati-hati bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan.

Usus merupakan organ pencernaan, bermula dari ujung lambung hingga anus. Usus terdiri dari dua bagian, yaitu usus kecil dan usus besar. Usus sapi berwarna merah kecokelatan, usus ayam kuning kecokelatan. Usus mudah rusak dan terkontaminasi penyakit lainnya. Bila tak segera dibersihkan dari sisa kotoran lebih dari 4 jam setelah disembelih, usus sudah tak layak dikonsumsi.

Artikel terkait :   Manfaat donor darah cegah penyakit

Jeroan sapi untuk pengobatan anemia

Secara umum, jeroan sangat banyak mengandung zat gizi, di antaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Vitamin utama yang banyak terdapat pada jeroan adalah B kompleks, terutama vitamin B12 dan asam folat.

Selain itu, hati juga kaya akan vitamin A. Mineral pada jeroan di antaranya zat besi, kalium, magnesium, fosfor, dan seng. Kandungan zat gizi per 100 g jeroan. Selain itu jeroan sapi merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan lengkap karena mengandung semua asam amino. Meskipun dianggap sebagai junk food, nilai protein jeroan tak kalah dari daging daging sapi (20 g/100 g), daging lembu (16 g/100 g), ataupun daging babi (14 g/100 g).

Protein sangat dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan ataupun penggantian sel tubuh yang sudah rusak. Anggapan bahwa protein hanya dibutuhkan anak-anak tidaklah benar, sebab orang dewasa walau berhenti tumbuh memerlukan protein untuk pergantian sel.

Jeroan sapi untuk memelihara saraf

Jeroan juga sangat baik untuk memelihara sel-sel saraf agar berfungsi optimal. Kandungan vitamin B12 pada jeroan dapat mengurangi potensi gangguan sistem kerja sel-sel saraf, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan memori pada otak.

Jeroan juga sangat baik untuk mencegah anemia.Anemia diakibatkan kekurangan asam folat dan zat besi. Asam folat merupakan bahan esensial untuk sintesis DNA dan RNA yang penting untuk metabolisme inti sel, termasuk sel darah merah. Sementara itu, zat besi merupakan unsur penting dalam pembentukan sel darah merah.

Bila terjadi gangguan dalam pembentukan sel darah mesh, kadar hemoglobin (Hb) dalam darah tidak normal. Kondisi ini membuat fungsi Hb sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Akibatnya tubuh lemah, letih, lesu, dan muka pucat. Dalam kondisi semacam ini, mengonsumsi hati dan ginjal sangat dianjurkan mengingat kandungan asam folat dan zat besinya paling baik.

Kandungan seng dan vitamin A pada hati sangat baik untuk memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk endotelium pembuluh darah. Kedua zat gizi tersebut dapat membantu mencegah kerusakan pembuluh darah. Riset membuktikan vitamin A dan seng secara signifikan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Artikel terkait :   Pola hidup sehat dengan infused water

Imbangi dengan sayur dan buah untuk mengurangi dampak kolesterol jahat

Meskipun jeroan baik, kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Hal ini tentu sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan cenderung obesitas. Salah satu strategi menyiasatinya adalah mengonsumsi jeroan bersama sayuran atau buah-buahan. Serat pangan pada sayuran dan buah sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.

Jeroan tidak aman dikonsumsi oleh penderita asam urat karena kandungan purinnya sangat tinggi. Salah satu penyebab penyakit asam urat adalah makanan tinggi purin.

Tubuh telah menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan tubuh harian, sehingga tambahan dari makanan hanya 15 persen. Masalahnya, seringkali konsumsi purin berlebihan, sehingga ginjal tak dapat mengatur metabolismenya dengan baik.

Makanan sehari-hari kita umumnya mengandung 600-1.000 mg purin. Bila menderita asam urat akut, disarankan kandungan purin dalam menu sehari-hari 100-150 mg.

Benarkah jeroan harus dihindari ?

Jeroan adalah bagian-bagian organ dalam tubuh hewan yang sudah dijagal. Biasanya yang disebut jeroan adalah semua bagian, kecuali daging utama, otot, dan tulang. Tergantung budaya setempat, jeroan dapat dianggap sebagai sampah atau sebaliknya, justru sebagai bahan pangan yang mahal.

Di beberapa negara seperti Amerika, jeroan tidak biasa dikonsumsi manusia.Jeroan umumnya dibuang atau untuk pakan ternak karena dianggap membahayakan kesehatan. Namun, di beberapa negara Eropa, seperti Italia, Spanyol, Skotlandia, Yunani, Turki, dan Rumania, jeroan biasa diolah sebagai salah satu masakan tradisional yang menggugah selera. Di Inggris, jeroan biasa dimasak sebagai steik.

Di Jepang, jeroan ayam biasanya diolah sebagai campuran yakitori, yaitu sate berbahan dasar daging ayam diselang seling kulit, hati, jantung, atau ampela, yang dihidangkan bersama sake.

Di Brasil, ada menu bernama churrasco,berupa jantung ayam panggang dan feijoada, yaitu rebusan kacang merah atau kacang hitam dicampur daging dan jeroan sapi. Di Lebanon, jeroan sangat populer dibuat nikhaat, yakni otak kambing berbumbu sebagai isi roti.

Leave a Reply