Mencegah menopause dini pada wanita

Menopause tidak bisa ditunda, tetapi mencegah menopause dini pada wanita, terutama memperlambat efek yang diakibatkan karena menopause bisa dilakukan dengan memahami penyebab dan pemicunya. Menopause terjadi pada kaum wanita pada usia diatas 40 pada umumnya. Sindrom menopause membuat kaum wanita merasa kawatir dengan berbagai banyak keluhan serta masalah yang ditimbulkannya. Secara psikologi, menopause lebih menyerang kejiwaan dan temperamen karena perubahan hormon yang terjadi saat menjelang usia rawan menopause. Apa saja yang dapat menjadi pemicu terjadinya menopause dini?. Bagaimana mencegah terjadinya menopause dini pada wanita?. Mari kita simak artikel berikut ini.

menopause-diniApa sih masa menopause pada wanita itu?

Menopause merupakan sebuah tahap akibat dari penuaan yang terjadi pada semua orang dan wanita mengalami masa ini yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Penyebab menopause dimulai ketika tubuh wanita tidak bisa memproduksi hormon estrogen dan progesteron akibat melemahnya sistem kerja dari kelenjar hipofisis. Ovarium wanita kemudian tidak bisa memberikan reaksi dari follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormonone (LH).

Menopause merupakan sebuah proses yang akan dialami oleh semua wanita di dunia. Proses ini dimulai ketika seorang wanita sudah tidak bisa menghasilkan sel telur dari ovarium. Proses ini bisa terjadi ketika wanita mulai berusia antara 40 hingga 60 tahun, namun tidak ada waktu yang pasti bagi semua wanita. Menopause bisa ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi, selama beberapa bulan dan kemudian akan berlanjut hingga beberapa tahun. Meskipun ini proses yang sangat alami, namun semua wanita biasanya merasa khawatir dan cemas menghadapi masa menopause.

Hal ini dipengaruhi oleh usia dan kemampuan tubuh yang tidak lagi menghasilkan hormon reproduksi seperti ketika masih muda. Namun tidak semua wanita mengalami menopause secara alami. beberapa wanita juga bisa mengalami menopause dini atau menopause yang terjadi sebelum pada waktunya.

Apa itu menopause dini?

Menopause terjadi ketika indung telur berhenti memproduksi estrogen, hormon yang mengontrol siklus reproduksi. Apa pun yang merusak ovarium atau membuat estrogen berhenti, dapat menyebabkan menopause dini. Ini termasuk pengobatan kemoterapi untuk kanker atau pembedahan untuk mengangkat ovarium. Banyak wanita menganggap menopause akan muncul pada usia 50 tahunan dengan semua gejala yang mengikutinya. Namun, satu hal yang banyak wanita tidak sadari adalah bahwa penurunan estrogen yang menyertai menopause terjadi secara bertahap. Ketika menopause terjadi sebelum usia 40, itu disebut “menopause dini”.

Gejala apa yang nampak saat menopause dini?

Penghentian siklus menstruasi wanita dengan sendirinya bukan merupakan tanda awal dari menopause dini. Faktor-faktor lain dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur, termasuk obat-obatan, masalah berat badan, dan kondisi medis lainnya. Jika Anda melihat bahwa siklus menstruasi Anda telah berubah secara dramatis, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Untuk wanita yang menderita menopause dini, gejala-gejala yang umumnya dialami adalah berikut ini: kelelahan, kehilangan memori atau ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, vagina kering, atau meningkatnya gairah seks.

Artikel terkait :   Apa pemicu menopause dini pada wanita?

Jika dokter Anda mencurigai Anda mungkin menderita menopause dini, ia kemungkinan besar akan menguji tingkat estrogen dan progesteron Anda. Jika tingkat estrogen dan prgesteron Anda rendah, tes lebih lanjut dapat dilakukan untuk memeriksa kesehatan ovarium Anda. Memeriksa kesehatan ovarium merupakan hal yang penting untuk mendiagnosa masalah sedini mungkin untuk menentukan yang pengobatan tepat.

Apa penyebab timbulnya menopause dini pada wanita?

Ada beberapa fakto yang diketahui menjadi penyebab menopause dini, di antaranya adalah sebagai berikut:

Faktor Genetika – Ketika tidak ada alasan medis yang jelas untuk menopause dini, penyebabnya sering terletak pada gen Anda. Para peneliti telah menentukan bahwa usia menopause dini kemungkinan besar diturunkan. Mencari tahu ketika ibu Anda mulai mengalami menopause dapat memberikan petunjuk kapan Anda mengalama menopause. Jika ibu Anda mengalami menopause dini, maka Anda memiliki kemungkinan besar mengalami menopause dini juga.

Faktor Gaya Hidup – Merokok berkontribusi terhadap resiko terkena menopause dini, karena efek anti-estrogen nya. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa perokok jangka panjang atau perokok reguler cenderung mengalami menopause lebih cepat. Menurut Mayo Clinic, rata-rata, perokok mulai menopause 1-2 tahun lebih awal dari wanita yang tidak merokok.

Cacat Kromosom – Cacat tertentu dalam kromosom dapat menyebabkan menopause dini. Sindrom Turner adalah satu diantaranya. Kondisi ini terjadi ketika seorang gadis lahir dengan kromosom yang tidak lengkap. Wanita dengan sindrom Turner memiliki ovarium yang tidak berfungsi dengan baik, yang sering menyebabkan mereka untuk memasuki masa menopause lebih dini.

Penyakit Autoimun – Menopause dini dapat terjadi karena suatu penyakit autoimun. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian dari tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti penyakit tiroid dan rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi indung telur. Dan menopause dini dimulai ketika ovarium berhenti bekerja.

Epilepsi – Epilepsi adalah gangguan kejang yang berasal dari otak. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa perempuan dengan epilepsi lebih mungkin untuk mengalami kegagalan ovarium prematur (POF). POF menyebabkan menopause. Satu studi khususnya menemukan bahwa dalam kelompok wanita epilepsi, sekitar 14 persen memiliki menopause dini.

Artikel terkait :   Manfaat lamtoro gung untuk diabetes

Bagaimana mencegah menopause dini?

meskipun beberapa diantara mereka yang mengalami menopause mudah terjangkit penyakit jantung atau mengalami osteopororsis. Untuk mencegah itu semua terjadi pada Anda, berikut ini adalah cara mengatasi menopause yang dapat Anda coba:

1. Perkaya phytoestrogen. Hormon estrogen pada perempuan akan turun secara drastis sebelum mengalami menopause. Hormon ini merupak sekelompok senyawa steroid yang berfungsi sebagai hormon seks pada perempuan. Kurangnya steroid menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada perempuan, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun dalam pengaturan siklus haid. Untuk mencegahnya, konsumsi makanan yang mengandung phytoestrogen seperti yang terdapat dalam gandum dan kedelai, tahu, dan tempe.

2. Konsumsi susu, namun jika anda tidak menyukai susu dapat diganti dengan mengkonsumsi tahu, tempe atau sayur, tentunya dengan dosis yang lebih rendah. Misalnya, 50 gram tempe atau 120 gram tahu yang mengandung fitoestrogen, cukup untuk sehari.

3. Dalam memasak jenis sayuran apapun jangan terlalu lama karena vitamin yang terdapat dalam sayuran akan larut dalam air bila dimasak terlalu lama.

4. Cobalah mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun atau mentega rendah kalori untuk memasak makanan anda baik dalam menumis atau hanya menggoreng biasa, agar tidak terlalu banyak minyak yang masuk ke dalam tubuh.

5. Jangan malas berolahraga. Ovulasi yang tidak berjalan normal karena tubuh yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab menopause datang lebih cepat. Meskipun usia bertambah, pastikan Anda tetap menjaga kebugaran dengan berolahraga atau hanya sekedar melakukan peregangan paling tidak 30 menit setiap harinya.

Baca Juga: Keuntungan Mengkonsumsi Air Putih Selama Hamil
6. Jauhi rokok. Bukan hanya berakibat fatal bagi kesehatan paru-paru, para perokok biasanya lebih rentan mengalami menopause dini. Pasalnya, merokok bisa menghambat peredaran darah sehingga mempengaruhi masa menstruasi.

7. Konsumsi antioksidan. Makanan yang diperkaya dengan antioksidan bukan hanya baik bagi sistem kekebalan tubuh. Namun juga bersifat mengusir racun dari dalam tubuh dan menunda tanda-tanda penuaan.

8. Mengkonsumsi vitamin dengan dosis yang tepat, terutama vitamin A dan D. Karena vitamin A dan D tidak dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh, jika berlebihan dapat menimbulkan racun dalam tubuh. Jangan sembarangan mengkonsumsi vitamin A dan D. Dosisnya harus tepat, karena kedua vitamin itu tak bisa dikeluarkan begitu saja dari dalam tubuh. Selain itu, jika terus dikonsumsi, bisa-bisa malah menimbulkan racun di dalam tubuh.

Leave a Reply