Mendapatkan hasil foto yang tajam

Hasil foto yang buram serta blur untuk obyek bergerak banyak terjadi. Untuk mendapatkan hasil foto yang tajam banyak disukai dengan peralatan seadanya harus paham teknik fotografi serta dapat memadukan aksesoris yang dimiliki dari perangkat gadget yang dipergunakan. Apakah harus memakai peralatan yang high level dan pro untuk dapat menghasilkan foto tajam?. Anda salah jika sebuah hasil foto yang tajam hanya karena peralatan yang bagus. Anda bisa saja mendapatkan hasil foto yang tajam hanya dengan smartphone biasa, asal anda dapat mengoptimalkan kemampuan yang bisa dilakukan. Tidak perlu sebuah kamera mirrorles atau DLSR jika hanya ingin foto selfi yang tajam. Jika anda dapat melakukan dengan benar teknik pengambilan gambar dan cara pengaturan kamera yang tepat, pastilah anda bisa melakukannya dengan benar untuk sebuah foto yang tajam. Apa saja yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hasil foto yang tajam?. Mari kita simak ulasan berikut.

hasil-foto-yang-tajamApa penyebab hasil foto kurang tajam?

Seorang fotografer pemula dalam dunia fotografi juga tak lepas dari kesalahan yang menuai kritik. Namun, jika kesalahan teknis fotografi ini setiap kali pengambilan gambar selalu terjadi, maka dia harus giat lagi belajar memotret. Berikut ini berbagai kesalahan fotografer yang sering dilakukan dan dialami oleh para Fotografer Pemula dan Amatir sehingga hasilnya kurang tajam :

Memegang kamera yang kurang stabil. Hasil foto seperti ini yang sering kali menimbulkan penyesalan. Pada Shutter Speed lambat seperti 1/8 detik dan bahkan terkadang di 1/80 detik, kamera akan merekam dampak dari goyangan kamera (camera-shake). Fotografer pemula tidak pernah menyadarinya, dan para fotografer PRO sering mengasumsikan foto tersebut baik-baik saja dan tidak berniat untuk menaikkan pengaturan ISO. Guncangan kamera bisa sangat mengganggu, kecuali jika memang disengaja, dan yang pasti banyak lomba atau majalah tidak ingin menggunakan foto yang semacam ini bukan?

Artikel terkait :   Membuat foto keluarga kreasi sendiri

Cara untuk mendapatkan foto tajam adalah dengan berusaha sebaik mungkin agar kamera tidak bergerak (diam), dan salah satu metode terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan Tripod. Tidak masalah jika Sobat tidak ingin repot membawa Tripod kesana-kemari, atau tidak ingin berinvestasi pada perangkat ini. Lensa-lensa modern saat ini sudah banyak yang memiliki fitur untuk mengurangi dampak dari camera-shake, dan kamera modern sudah memiliki kualitas bagus pada pengaturan ISO tinggi (sehingga Sobat bisa tenang menggunakan Shutter Speed cepat). Pastikan Sobat diam tidak bergerak untuk beberapa detik ketika memotret, hal ini akan menghindarkan foto kalian dari dampak camera-shake. Jangan takut untuk menaikkan pengaturan iso, jika masih mendapatkan Shutter Speed yang terlalu lambat, dan jika mamungkinkan, carilah sesuatu yang bisa jadi pendukung agar kamera kalian tetapi diam.

Salah Penyetelan Ukuran Foto (Pixel). Salah penyetelan piksel (10%) ini akan berakibat fatal apabila ketika kita membutuhkan foto dengan ukuran besar. Sebagai contoh, yang seharusnya foto kita gunakan untuk cetak besar, misalkan 24R, jika foto hanya ukuran S (small = +2000 pixel), maka jika di cetak akan pecah atau noise. Nah, sangat aman jika kita mensetting kamera kita dengan ukuran L (large) dengan model Fine atau RAW.

Memilih lensa yang salah. Lensa memiliki spesifikasi masing-masing. Lensa wide angle dengan focal length yang pendek untuk mengabadikan pemandangan alam/dengan sudut lebar, lensa portrait dengan kisaran focal length 80-130 an, lensa makro untuk benda benda yang sangat kecil dan lensa tele untuk mengabadikan benda-benda / subjek yang berjarak cukup jauh sd. sangat jauh. Disinilah diperlukan pemahaman lebih tentang spesifikasi lensa dan peruntukannya. Menggunakan lensa bawaan kamera pada dasarnya sudah cukup untuk mendapatkan gambar yang standart, karena lensa-lensa tersebut hanya memiliki kemampuan standar dan bukan lensa spesifik. Biasanya lensa bawaan/paket dengan kamera adalah lensa zoom dengan focal length 18-55 dan 55-200mm. Cobalah untuk bereksperimen dengan membeli lensa prime portrait dengan harga yang murah, misalnya lensa canon 50mm f/1.8, dan anda akan tahu perbedaan serta kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing lensa.

Artikel terkait :   Teknik komposisi warna dalam fotografi

Kesalahan pengaturan Mode Fokus. Kesalahan pada mode fokus akan menghasilkan gambar yang buram dan gambar tersebut tidak akan bisa diedit menggunakan software secanggih apapun. Disinilah pentingnya pemilihan fokus yang benar. Fokus untuk subjek bergerak cepat tentunya berbeda dengan fokus subjek yang hanya diam ditempat. Ada juga pengaturan fokus berdasarkan titik AF. Bukan hanya pengaturan teknis yang berpengaruh namun kualitas lensa juga sangat mempengaruhi. Lensa dengan fitur IS dan USM(pada canon)misalnya, yang mampu mencegah buramnya fokus. Lensa dengan kedua fitur tersebut sangat mudah digunakan, baik ketika tangan kita bergetar/handshake atau membutuhkan fokus yang lebih cepat karena subjek terus bergerak. Dengan lensa standar tanpa kedua fitur tersebut tentunya kita akan kesulitan menghasilkan fokus yang tajam.

Kesalahan Setting ISO. ISO mampu menentukan kualitas gambar yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai ISO maka kamera akan semakin peka terhadap cahaya dan akan semakin banyak noise yang dihasilkan. Dalam fotgrafi jenis apapun ISO rendah sangat diperlukan untuk menghasilkan gambar yang lembut dan bebas noise. Gunakanlah ISO 100 sebisa mungkin, apabila kondisi tidak memungkinkan, misal malam hari/kondisi minim cahaya kita baru boleh menaikkannya, itupun dengan resiko munculnya noise. Kita bisa menurunkan shutter speed dan memperlebar bukaan aperture. Disinilah peran penting lensa dengan bukaan aperture yang sangat lebar misal f/1.4 sehingga cahaya yang masuk bisa lebih banyak dan kita tetap mampu menjaga ISO pada kisaran angka 100.

Dengan memahami penyebab foto kurang tajam diatas, sekiranya anda dapat menghindari semua itu dengan melakukan lebih sering untuk teknik fotografi yang lebih baik.

Leave a Reply