Mengatasi dehidrasi pada bayi

Cuaca panas sering menimbulkan dehidrasi yang mengakibatkan tubuh menjadi bermasalah. Jika anda memiliki masalah mengatasi dehidrasi pada bayi, langkah pertama saat merespon kondisi ini berbeda dengan tindakan untuk orang dewasa karena takaran dan respon bayi menghadapi sebuah trauma karena dehidrasi tidak serta merta dapat diatasi dengan mengkonsumsi minuman saja. Bayi memiliki kondisi yang masih rentan terdahap situasi dan kondisi luar, terutama udara panas serta teriknya matahari. Saat kita bepergian jauh dari rumah serta membawa bayi selama dalam perjalanan, layaknya anda persiapkan jika kondisi ini terjadi pada bayi anda. Apa saja yang harus kita lakukan saat mengatasi dehidrasi pada bayi kita?. Apa saja tanda-tanda atau ciri ciri dehidrasi pada bayi?. Mari kita simak artikel berikut ini.

bayi-dehidrasiApa itu dehidrasi?

Kasus dehidrasi terjadi ketika tubuh Anda kehilangan lebih banyak cairan dari pada yang tubuh Anda serap. Cairan tubuh berkurang melalui keringat, muntah, air mata, kencing atau diare, dan banyaknya jumlah yang berkurang tergantung dari beberapa faktor seperti iklim atau cuaca, tingkat aktivitas fisik dan diet atau pola makan.

Ketika jumlah air normal pada tubuh Anda berkurang, keseimbangan mineral dalam tubuh pun akan menjadi kacau, sehingga memberikan dampak yang cukup besar pada fungsi-fungsi tubuh Anda. Biasanya, pada kondisi tersebut, tubuh Anda akan kembali menyerap cairan tubuh dari darah dan jaringan lainnya bila diperlukan. Namun, dalam kasus dehidrasi akut, tak akan ada lagi persediaan cairan tubuh tersisa untuk mengalirkan darah ke seluruh organ dalam tubuh Anda. Tubuh Andapun akan mengalami shock yang kemudian dapat mengancam kelangsungan hidup Anda, kecuali Anda segera mendapatkan penanganan medis darurat.

Selain itu yang perlu kita perhatikan untuk bayi yang mengalami dehidrasi, ketika cairan tubuh menghilang, berbagai organ, sel, serta jaringan tubuh gagal berfungsi dengan semestinya, dan akhirnya bisa mengarah pada komplikasi fatal. Apabila kondisi itu tidak segera diperbaiki, Anda dapat mengalami shock atau renjatan.

Kondisi seperti gastroenteritis dan diabetes dapat juga menjadi faktor penyebab dehidrasi, begitu pula dengan usia. Anak-anak dan bayi sering kali berisiko tinggi terkena dehidrasi. Bahkan, mereka dapat mengalami dehidrasi dengan sangat cepat, karena metabolisme tubuh mereka yang lebih cepat dari pada metabolisme tubuh orang dewasa.

Artikel terkait :   Sakit leher belakang pertanda awal stroke?

Mengapa fungsi tubuh bisa terganggu ketika dehidrasi?

Lebih dari 2/3 kandungan dalam tubuh adalah air. Cairan tubuh berfungsi untuk melubrikasi persendian dan mata, membantu pencernaan, mencuci racun dan kotoran dalam tubuh, mejaga kesehatan kulit, dan banyak lagi manfaat lainnya. Ketika kandungan normal air dalam tubuh berkurang, akan terjadi gangguan keseimbangan mineral (garam dan gula) dalam tubuh, yang menyebabkan fungsi normal tubuh terganggu, khususnya fungsi ginjal.

Apa penyebab terjadinya dehidrasi pada bayi?

Tubuh bayi secara berkala kehilangan cairan pada saat berkeringat dan mengeluarkan urin. Tapi, jika cairan tersebut tidak digantikan, Anda menjadi dehidrasi. Dehidrasi disebabkan oleh situasi atau keadaan apapun yang membuat tubuh kehilangan cairan lebih dari biasanya. Di bawah ini adalah sejumlah kondisi yang memicu dehidrasi pada bayi :

Berkeringat – Saat cuaca sedang panas, kelenjar keringat menjadi aktif dalam mengeluarkan cairan dari tubuh sebagai upaya untuk mendinginkan kembali suhu tubuh. Cara kerjanya bisa dijabarkan seperti berikut: Ketika menguap dari kulit, keringat membawa serta sedikit suhu panas di dalamnya. Semakin banyak keringat yang dikeluarkan, semakin banyak pula penguapan suhu panas yang terjadi sehingga suhu tubuh menurun. Namun jika berkeringat berlebihan, Anda sangat beresiko mengalami dehidrasi. Istilah medis bagi kondisi berkeringat berlebihan adalah hyperhidrosis.

Penyakit – Penyakit apapun yang menyebabkan muntah-muntah atau diare dapat menjadi penyebab dehidrasi. Ini dikarenakan muntah dan diare membuat banyak cairan serta elektrolit penting dalam tubuh terbuang. Elektrolit merupakan mineral yang berguna untuk mengontrol otot, kimia darah, dan fungsi organ. Mineral ini terdapat pada darah, urin, maupun cairan lain di tubuh yang sangat mungkin menghilang akibat muntah-muntah dan diare.

Demam – Apabila demam, Anda akan kehilangan cairan melalui permukaan kulit sebagai upaya menurunkan temperature tubuh. Sering kali, demam membuat Anda berkeringat berlebihan yang mengarah pada dehidrasi jika cairan tubuh tidak segera diganti.

Artikel terkait :   Sumber radikal bebas penyebab kanker

Buang Air Kecil – Membuang urin adalah proses alami tubuh untuk melepaskan racun-racun dari dalam tubuh. Ada beberapa kondisi yang mempengaruhi keseimbangan kimiawi tubuh dapat membuat pengeluaran urin jadi lebih dari biasanya. Apabila tidak cukup banyak minum air, Anda sangat mungkin mengalami dehidrasi.

Apa pertanda atau ciri-ciri bayi terjenda dehidrasi?

Bayi hanya bisa menangis saat merasakan tubuhnya bermasalah. Untuk keluhan dehidrasi pada bayi, beberapa pertanda berikut pada bayi bisa jadi merupakan gejala dehidrasi:

  • Terdapat lubang cekung yang lembut di kepala bayi.
  • Air mata yang sedikit–atau bahkan tidak ada–ketika menangis.
  • Mulut kering.
  • Lama tidak ngompol.
  • Selalu mengantuk.
  • Bernapas dengan cepat

Bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada bayi?

Dehidrasi umumnya disebabkan karena kurang minum air, atau ketika cairan tubuh yang keluar tidak segera digantikan. Cuaca, tingkat dan frekuensi aktifitas fisik, serta pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan dehidrasi. Bayi juga bisa mengalami dehidrasi akibat dari penyakit yang sedang diderita, misalnya muntah-muntah dan diare, keringat yang keluar ketika sedang demam, serta ketika melakukan aktifitas di cuaca yang panas.

Cara terbaik untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan segera mengganti cairan tubuh yang hilang, yaitu dengan banyak air, baik itu air putih, susu, ataupun jus buah. Minuman yang manis bisa digunakan untuk mengganti kekurangan gula dalam tubuh, dan snack atau makanan ringan dapat dipakai untuk menggantikan garam tubuh.

Dehidrasi ringan dapat diatasi dengan minum cairan sedikit-sedikit namun dengan interval yang pendek (sering). Untuk bayi dan anak-anak yang muntah atau diare, berikan rehidrasi oral seperti oralit, yang mana oralit juga sangat dianjurkan ketika terjadi muntah dan diare. Semua minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan minuman soda harus dihindari. Kafein akan memperburuk dehidrasi karena menyebabkan peningkatan potensi buang air kecil.

Leave a Reply