Penyebab batuk tak kunjung sembuh

Iklim ekstrim sering membuat tubuh drop dan terserang flu berkepanjagan. Banyak penyebab batuk tak kunjung sembuh, bisa karena penyakit yang belum terdeteksi hingga tubuh sulit untuk pulih dari batuk walau sudah meminum obat yang diberikan oleh dokter. Dari sisi medis, batuk memiliki beberapa jenis yang diderita, mulai dari batuk ringan yang disebabkan oleh faktor udara hingga batuk rejan yang diakibatkan oleh adanya penyakit kronis. Apa kata dokter untuk mengatasi masalah batuk yang tak kunjung sembuh?. Apa yang harus kita lakukan untuk menyembuhkan batuk yang tak kunjung sembuh?. Hidup sehat apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari batuk semacam itu?.

batuk-berkepanjanganBenarkah batuk itu sebenarnya normal ?

Batuk bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, saat pertahanan tubuh sedang melemah. Batuk terjadi saat hembusan udara yang kuat mendorong lender, bakteri, dan sumber iritasi lainnya pada saluran napas.

Sebenarnya, batuk adalah bentuk refleks untuk mengeluarkan sesuatu yang menghambat saluran napas kita. Justru akan berbahaya bila benda-benda yang menghambat jalur napas tersebut tidak dapat dikeluarkan melalui batuk. Batuk merupakan mekanisme refleks fisiologis yang membantu membersihkan saluran nafas dari lendir, iritan, benda asing dan mikroba.

Bagaimana cara mengenali jenis batuk ?

Batuk adalah gejala yang timbul dengan sendirinya dan penyebab batuk dapat ditentukan hanya dengan mengevaluasi gejala lain yang terkait dengan itu. Batuk pada dasarnya adalah cara alami tubuh Anda untuk menyingkirkan bahan asing atau lendir yang terakumulasi di paru-paru atau bagian jalan napas. Hal ini juga dapat menjadi cara untuk berurusan dengan napas yang teriritasi. Ini adalah proses membangun tekanan yang cukup di dada untuk membuang iritan atau bahan asing lain dan membersihkan saluran udara untuk bernafas.

Namun, batuk berkepanjangan mungkin memiliki penyebab tertentu yang serius, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi parah. Jika batuk Anda berlangsung lebih dari 7 minggu, mengetahui segera bahwa ada sesuatu yang salah dan mengambil bantuan medis segera. Juga, pergi ke dokter segera jika Anda mengalami gejala tertentu yang Anda tidak pernah alami sebelumnya, seperti batuk darah atau warna yang tidak biasa dahak.

Artikel terkait :   Bahaya varises bagi ibu hamil

Apa saja jenis batuk yang dapat menyerang kita?

Batuk Kering
Batuk yang kering dan tidak menghasilkan dahak dikenal sebagai batuk non-produktif. Penyebab utama batuk ini mungkin iritasi pernapasan seperti tersedak, debu, bulu, asap, dll, atau mungkin dialami pada akhir flu biasa dimana tidak ada lagi dahak untuk dikeluarkan. Ada beberapa jenis batuk kering seperti batuk biasa untuk membersihkan tenggorokan , batuk kering disertai mengi, nyeri dan batuk disertai sesak napas, dll.

Batuk Basah
Ini kebalikan dari batuk kering atau non produktif karena menghasilkan dahak. Batuk produktif juga dikenal sebagai batuk basah, dan biasanya disebabkan oleh sekresi cairan dan lendir yang terkumpul di saluran pernapasan bagian atas, yaitu, paru-paru dan tenggorokan, yang dikeluarkan dari tubuh melalui batuk. Penyebab batuk produktif bisa jadi asma atau infeksi tertentu. Penyebab paling umum, bisa pilek, karena semua dahak dari saluran hidung kembali ke tenggorokan dari mana ia dikeluarkan melalui batuk.

Batuk Rejan
Batuk rejan juga dikenal sebagai Pertusis dan merupakan infeksi bakteri yang sangat menular. Jenis batuk ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetesan air liur saat batuk. Batuk rejan dapat menjadi sangat parah dan bahkan bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk melindungi diri serta orang lain dari batuk ini dengan menutup mulut saat batuk. Orang sering mengabaikan saja sampai dengan 6 minggu tanpa pengobatan apapun. Namun, sebagaimana disebutkan sebelumnya, jika batuk ini sudah dalam kondisi parah, dapat menyebabkan komplikasi lain seperti patah tulang rusuk, pneumonia, atau bahkan kematian.

Batuk Psikogenik
Ini biasanya terjadi setelah terserang penyakit pilek atau efek akibat merokok. Ini tidak menunjukkan gejala khusus lain yang terkait dan sering berhenti ketika orang tertidur. Ini adalah jenis umum dari batuk menemukan lebih pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Individu dengan jenis sering merasakan dorongan untuk batuk saat seseorang batuk.

Artikel terkait :   Bahaya obat nyamuk bagi kesehatan

Bagaimana memilih obat batuk yang sesuai?

ebelum menentukan obat batuk apa yang akan digunakan, terlebih dahulu harus dikenali jenis batuknya. Ini penting agar obat yang dikonsumsi tidak salah.

Jika seseorang menderita batuk berdahak, yang harus diminum adalah obat batuk ekspektoran. Obat batu jenis ini berfungsi untuk menekan agar dahak bisa keluar. Maka, jangan sampai memilih obat batuk antitusif yang berfungsi menekan batuk. Sebab jika mengonsumsi obat batuk jenis antitusif dahaknya justru tidak bisa keluar, bahkan bisa menimbulkan infeksi paru.

Sebaliknya, penderita batuk kering harus memilih obat batuk antitusif. Kalau dia minum obat batuk ekspektoran, maka batuknya tidak akan sembuh, bahkan bisa mengakibatkan batuk berdarah.

Dosis obat juga harus diperhatikan. Dosis yang tepat sesuai dengan aturan akan memudahkan penyembuhan penyakit. Sebaliknya, jika dosis kurang atau berlebih, batuk bisa tidak kunjung sembuh.

Saat ini banyak beredar obat batuk di pasaran. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat batuk sebagai berikut:

1. Pilih obat batuk yang komponennya spesifik. Saat ini banyak obat batuk yang mengandung ekspektoran untuk memecah lendir tapi sekaligus untuk menekan batuknya. Obat batuk akan efektif jika kegunaannya spesifik.
2. Pilih obat batuk yang memiliki efek samping sekecil mungkin. Ini penting untuk mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan untuk pemakaian jangka panjang.
3. Jika menginginkan untuk pemakaian jangka panjang, kemasan obat batuk yang besar bisa menjadi pilihan. Yang harus diperhatikan adalah dosisnya harus tepat, khususnya untuk anak-anak.
4. Perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan obat batuk. Tanggal tersebut menunjukkan sampai kapan obat batuk efektif dikonsumsi untuk meredakan.
5. Pilih obat batuk yang memiliki nomor registrasi dari Departemen Kesehatan (Depkes) sebab itu menunjukkan bahwa obat batuk tersebut telah disetujui oleh Depkes untuk beredar di pasaran.