Perut mulas susah buang air besar

Kebanyakan makan sambal yang pedas sering membuat perut terasa mulas hingga susah buang air besar / bab, akhirnya perut menjadi kembung dan buang gas. Perut yang mulas membuat nafsu makan menjadi menurun karena terasa sebah dan tidak nyaman untuk menyantap makanan. Memang makanan pedas sangat menggiurkan untuk disantap, apalagi berkuah yang menyegarkan. Tingkat pedas makanan yang kita santap memang tidak sama untuk setiap orang, terutama yang hobi makanan pedas. Tidak sedikit orang, baru merasakan sedikit pedas pada makananya, bisa mengakibatkan perut terasa mulas dan ujung-ujungnya susah buang air besar. Mengapa hal ini bisa terjadi?. Bagaimana mengatasi dan mencegah perut menjadi mulas karena makanan pedas yang kita santap?

perut-mulasMengapa makanan pedas begitu disukai?

Semakin tinggi level pedas semakin nikmat makan, kata kata itulah yang sering di jadikan patokan seorang yang sangat gemar menyantap makanan pedas. Efek yang di timbulkan adalah sakit perut, keringat keluar, ingus keluar ada juga yang sampai mencret.

Lidah mungkin masih bisa tahan dengan tingkat pedas cabe, akan tetapi apa lambung juga bisa sekuat dan setegar lidah? bisa iya bisa tidak. Ada yang mengatakan alah bisa karena biasa. lambung akan terbiasa dengan dewa pedas apabila selalu di latih memproses cabe pedas.

Pendapat itu bisa di benarkan, namun kita tidak boleh lupa kalau saat pertama kali menikmati cabe extra pedas lambung kaget dan timbul sakit perut atau mulas. di sisi lain bagi teman teman yang tidak terlalu suka pedas kadang hanya mencicipi sedikit cabe sudah merasakan mual mual.

Apa efek makanan pedas terhadap kesehatan?

Bagi sebagian orang tidak lengkap rasanya kalau menikmati masakan kalau tidak ada rasa pedasnya. Rasa pedas sudah begitu akrab di lidah orang Indonesia. Ada banyak manfaat yang terkandung dalam cabai misalnya menambah nafsu makan, sebagai sumber vitamin C, mengendalikan pencemaran mikroba, mencegah kanker dan sebagainya tetapi jika terlalu banyak makan cabai juga bisa mendatangkan efek buruk bagi kesehatan. Efek samping yang bisa timbul apabila teralu banyak makan cabai antara lain:

1. Gastritis
Gastritis adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lambung. Biasanya gastritis atau yang biasa disebut dengan maag ini disebabkan karena bakteri tetapi terlalu banyak makan cabai juga bisa menjadi salah satu penyebabnya karena makanan pedas dipercaya dapat menurunkan kemampuan lapisan pelindung lambung. Lapisan ini berfungsi melindungi lambung dari asam lambung.

2. Refluks asam lambung
Salah satu yang tidak dibolehkan pada orang yang memiliki penyakit refluks asam lambung adalah mengkonsumsi makanan yang pedas-pedas. Refluks asam lambung kronis dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kanker esophagus, pneumonia dan gigi rusak karena asam lambung.

3. Insomnia
Kebanyakan kita tidak tahu bahwa selain kafein ternyata makanan pedas juga bisa menimbulkan kesulitan tidur. Ini terjadi karena setelah memakan makanan pedas maka suhu tubuh akan naik (itu sebabnya kita berkeringat setelah memakannya) sementara tubuh perlu melambatkan metabolisme sebelum tidur. Supaya lebih mudah tidur, hindari makanan pedas mendekati jam tidur.

Artikel terkait :   Khasiat kulit jeruk mencegah kanker kulit

4. Menurunnya kepekaan lidah
Semakin lama orang terbiasa mengkonsumsi makanan yang pedas maka kepekaan lidahnya menurun. Bagi orang lain satu sendok sambal sudah sangat pedas tetapi bagi orang yang terbiasa maka hanya sedikit merasakan pedas. Ini tidak hanya berlaku pada rasa pedas saja tetapi juga berpengaruh terhadap pengecapan rasa lainnya seperti manis, asin, asam dan pahit. Menurunnya indera pengecapan ini tidak jauh berbeda pada berkurangnya pendengaran orang berada dilingkungan bising, keduanya mempunyai akibat yang permanen.

5. Sakit perut dan diare
Ini akibat iritasi pada organ pencernaan karena makanan pedas. Meskipun sifatnya akut dan tidak persisten tetapi ini merupakan suatu tanda bahwa kita sudah kelebihan makanan pedas.

Apa saja yang membuat perut mulas setelah makan ?

Mengamati setiap gejala yang muncul akan sangat membantu menentukan masalah yang terjadi dan sekaligus memperkirakan apakah itu berbahaya atau tidak. Oleh karena itu, disini mari kita sama-sama belajar mendeteksi penyebabnya.

Makan Berlebihan dan Cepat
Jika seseorang makan terlalu banyak atau makan dengan terlalu cepat, maka sering kali menyebabkan sakit perut. Ini adalah respon tubuh yang hendak memberi tahu supaya Anda segera berhenti makan karena telah ada banyak makanan dalam perut. Makan yang terlalu cepat akan membuat lambung berkontraksi secara berlebihan.

Intoleransi Makanan
Intelorensi makanan artinya seseorang tidak dapat menerima makanan tertentu, hal ini bersifat individual. Contohnya Makanan pedas umumnya dapat menyebabkan kram atau sakit perut bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Jadi tanda utama intoleransi makanan adalah ketika setelah makan-makanan tertentu perut akan sakit dan itu akan terulang lagi jika memakannya lagi. Keracunan makanan juga dapat menyebabkan sakit perut yang tajam setelah makan. Biasanya akan disertai dengan mual, muntah atau berkeringat.

Tukak Lambung dan Tukak Duodenum
Rasa sakit di ulu hati (epigastrium) merupakan gejala utama dari tukak lambung (luka pada lambung) dan tukak duodenum (usus duabelas jari). Hal ini ditandai dengan rasa nyeri atau pedih pada perut setelah makan. Jika sakit perut tak lama setelah makan maka cendrung karena tukak lambung, sedangkan jika sakit perut muncul 2-3 jam sesudah makan, maka cendrung karena tukak duodenum.

GERD
Gangguan pada lambung yang disebut GERD umumya akan menyebabkan mual serta rasa sakit di ulu hati dan dada setelah makan. Terasa seperti sensasi terbakar di bagian atas perut hingga dada (heartburn).

Konstipasi
Ketika sudah berhari-hari tidak buang air besar, seseorang bisa saja mengalami pengerasan feses (konstipasi/sembelit) yang dapat memberikan tekanan yang menyakitkan pada saluran pencernaan. Apalagi ketika tekanannya bertambah stelah makan, maka sakit perut akan terasa lebih sakit sesudah makan.

Artikel terkait :   Mengobati luka bakar melepuh

Intoleransi Laktosa
Merupakan alergi terhadap produk susu, dimana sistem pencernaan seseorang tidak dapat mencerna makanan yang mengandung laktosa (gula susu). Sehingga akan timbul sakit perut setelah makan makanan seperti susu, yogurt, es krim atau keju lunak. Gejala lain yang menyertai yaitu kembung dan tidak nyaman pada perut.

Sumbatan Usus
Jika ada sumbatan (obstruksi) pada usus halus atau usus besar, maka dapat mencegah lewatnya makanan. Sumbatan itu sendiri dapat disebabkan makanan yang tidak dapat dicerna, perlengketan usus, tumor atau hernia. Gejala yang sering muncul bisanya berupa sakit perut kram setelah makan besar dan terkdang disertai berak encer atau mencret.

Batu Empedu
Batu empedu terjadi ketika cairan empedu mendendap dan mengeras di kantong empedu. Batu empedu ada yang kecil sekecil butiran pasir adapula yang besar sebesar bola golf. Gejala yang ditimbulkannya yaitu sakit perut sebelah kanan atas yang dapat menyebar ke punggung dan bahu kanan. Sakit perut akan lebih parah setelah makan terutama makanan yang mengandung banyak lemak atau minyak. Baca lebih lanjut tentang Batu Empedu

Radang Usus Buntu
Usus buntu berbentuk seperti kantung kecil yang menempel pada usus besar. Usus buntu ini rentan menjadi tempat terperangkapnya makanan atau feses serta pertumbuhan bakteri di dalamnya. Kondisi ini dapat menyebabkan radang pada usus buntu. Gejalanya berupa sakit perut kanan bawah, terutama setelah makan. Jika infeksi terus berlangsung maka akan disertai demam. Jika mengalami hal seperti ini harus segera berobat ke dokter. Baca lebih lanjut tentang Radang Usus Buntu

Pankreatitis
Pankreas juga bisa meradang (Baca: Radang Pankreas), sakit perut dimulai secara bertahap di daerah atas dekat lambung dan menyebar ke seluruh perut setelah makan.

Bagaimana mengatasi perut mulas setelah makan?

Jika Anda mengalami sakit perut setelah makan dan itu ringan, maka yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:

  • Jika sakit perut disebabkan oleh makan terlalu cepat dan banyak, maka ubahlah kebiasan itu.
  • Konsumsi cairan (minum) dalam jumlah sedang setelah makan.
  • Jika sakit perut akibat intoleransi makanan, maka segeralah berhenti memakannya dan ingat-ingat makanan tersebut agar tak terulang lagi.
  • Hindari makanan padat selama beberapa jam, terutama jika disertai mual dan muntah. Jika ingin mulai makan makanan padat, maka mulailah dengan makanan yang mudah dicerna seperti saus apel, nasi, atau bubur.
  • Hindari makanan yang merangsang pencernaan dan sulit dicerna, seperti makanan berminyak, bersantan, pedas, alkohol atau minuman berkarbonasi (bersoda) dan minumlah antasida untuk membantu mengurangi rasa sakit.
  • Jika sakit perut terasa begitu hebat seperti kram, disertai muntah yang banyak dan sering, demam, atau rasa sakit tak kunjung reda, maka carilah pertolongan medis terdekat.

Leave a Reply