Posisi mengambil foto yang bagus

Saat hunting foto di tempat umum dan membelakangi matahari, sering hasilnya tidak sempurna. Posisi mengambil foto yang bagus, terutama saat siang hari agar komposisi cahaya dalam jepretan tidak didominasi oleh cahaya yang menyilaukan karena sinar matahari atau malah seperti siluet, kita harus lebih peka dalam melihat sudut gambar. Memang ada filter ambahan yang dapat kita pergunakan untuk mengatasi hal tersebut. Tetapi itu hanya berlaku dan dapat diterapkan pada kamera yang memungkinan untuk pemasangan filter khusus. Nah, bagaimana untuk hp android yang terbatas?. Sebaiknya anda belajar tentang teknik pengambilan gambar, terutama pengambilan gambar membelakangi sinar matahari atau malah dibawah terik sinar matahari. Bagaimana posisi kita mengambil gambar pada saat siang hari agar hobi hunting foto kita semakin menarik?. Mari kita simak artikel berikut ini.

foto-siang-hariSeburuk apa pengambilan foto siang hari jika kita salah teknik?

Satu peraturan lama dalam fotografi adalah menghindari cahaya matahari tengah hari yang keras. Tapi, seperti juga semua peraturan dalam fotografi, pelajarilah peraturannya lalu belajarlah untuk melanggarnya dengan efektif. Fotografer konservatif akan bilang bahwa cahaya siang adalah mimpi buruk dan lebih baik dihindari, tapi sebenarnya ini adalah satu peraturan fotografi yang bisa dengan mudah anda abaikan.

Memotret di siang atau tengah hari maka berarti cahaya matahari datang langsung dari atas, dan ini akan membuat subyek berpotensi memiliki bayangan yang kuat di beberapa bagian wajah. Belum cukup disini, jika Sobat memotret seseorang dibawah sinar matahari yang kuat akan susah untuk terlihat natural, Subyek atau model foto kalian akan sering menyipitkan mata hanya karena silau terkena sinar matahari.

Adakah keuntungan pengambilan gambar siang hari ?

Berarti pengambilan gambar secara natural dengan pencahayaan langsung dari sinar matahari. Natural light atau biasa disebut juga “ambient light” adalah pencahayaan yang didapatkan pada tempat pemotretran seadanya, tanpa tambahan atau bantuan cahaya dari sumber artifisial, hanya dari matahari saja. Keuntungan yang paling utama adalah sang fotografer tidak lagi perlu menyediakan flash untuk pemotretan tersebut. Sebagai seorang fotografer, tentunya banyak hal yang harus disediapkan sebelum turun ke medan perang, seperti kamera, batere, konsep, props, dan banyak lainnya. Mengandalkan cahaya natural saja dapat meringankan pikiran sang fotografer.

Artikel terkait :   Baju couple untuk prewedding fotografi

Keuntungan lainnya adalah foto yang dihasilkan akan tampak natural dan asli, tanpa banyak rekayasa. Hal ini sekarang sering dicari oleh client, maka sang fotografer perlu menguasainya. Pemotretan pada suatu lokasi yang populer, biasanya perlu untuk tidak menggunakan lighting tambahan, agar suasana dari lokasi tersebut dapat terekam pada gambar anda secara murni.

Walaupun ada keterbatasan jika hanya mengutamakan natural light dalam pemotretan, tetapi kita tetap bisa berkreasi dengan mengandalkan arah jatuhnya matahari. Pemotretan outdoor bagusnya dijadwalkan pada pagi atau sore hari, di mana matahari masih ada di dekat horizon. Kualitas dari sinar matahari akan menjadi lembut, dan kita dapat memaksimalkan cahaya matahari yang datang dari arah yang tepat. Pada siang hari, matahari berada tepat di atas kita. Hal ini akan menimbulkan bayangan yang kurang baik pada wajah model anda, dan terik matahari akan membuat foto anda menjadi terlalu kontras dan kurang unik.

Bagaimana teknik menghilangkan bayangan saat pemotretan?

Cara mudah yang lain untuk menghilangkan bayangan yang tercipta di bagian wajah subyek adalah dengan memindahkan subyek (dan fotografer) ke bawah naungan bayangan besar dan memotret mereka di dalam naungan bayangan tersebut. Kuncinya adalah mencari tempat yang tidak gelap tetapi tetap memiliki cahaya yang terfilter yang bisa masuk. Hindari cahaya “belang-belang” dibawah pohon atau jika tidak maka Sobat kemungkinan besar akan mendapati separuh wajah terkena cahaya langsung sedangkan bagian lain terkover naungan dengan baik.

Jika sobat ingin membuat foto portrait dengan framing ketat di bagian wajah mungkin bisa menyiasati dengan bantuan seseorang yang memegang payung atau obyek lain sebagai naungan dibagian wajah tentu jangan sampai rekan kita itu masuk kedalam frame foto kita.

Bagaimana memanfaatkan cahaya matahari agar lebih eksotis?

Ada istilah “be early or be late”. Datang pagi-pagi sekali, atau sore aja sekalian asal jangan malam hari *lol*. Karena kondisi laut yang terbuka maka cahaya Matahari juga melimpah. Sehingga kalau terlalu siang akan sangat sulit mengatur pencahayaan. Paling mantap adalah menggunakan waktu-waktu yang disebut golden hour, yaitu dari mulai Matahari terbit hingga sebelum hari terlalu siang (kira-kira sebelum jam 08.00 pagi) dan juga saat sore yaitu sekitar pukul 16.00 hingga sebelum Matahari seluruhnya tenggelam.

Artikel terkait :   Perlukah membeli kamera dlsr untuk pemula?

Pada waktu-waktu itu, cahaya Matahari lebih lembut dan dramatis, langit juga masih bergradasi dari warna biru kuning dan memerah merupakan obyek yang menggiurkan bagi fotografer landscape. Perlu diperhatikan pada kondisi ini cahaya masih sangat minim sehingga lakukan setting eksposure dan metering dengan tepat agar tidak underexpose (foto cenderung gelap). Tidak perlu takut melakukan trial and error, jika terlalu gelap naikkan bukaan aperture misal dari f/11 menjadi f/8. Atau bisa juga naikkan ISO, tapi jangan terlalu tinggi karena bisa membuat foto banyak noise. Untuk shutter speed tidak ada patokan, tergantung tujuan foto. Kita jelaskan di bagian Moment.

Bagian paling sulit belajar fotografi adalah melakukan setting eksposure secara manual mulai dari shutter speed, aperture dan ISO. Sekali lagi jangan takut untuk mencoba, trial dan error sebanyak-banyaknya tanpa perlu takut kehabisan film hehehe. Untuk metering paling aman gunakan saja evaluative, kecuali ingin mengambil foto siluet maka harus menggunakan spot metering.

Bagaimana dengan teknik penempatan pengambilan gambar ?

Jangan terpaku terus mengambil gambar dengan posisi setinggi kita berdiri. Cobalah bereksperimen dengan mengambil sudut pengambilan gambar yang berbeda. Dari sudut pengambilan gambar yang lebih rendah (low angle) ataupun dari sudut yang lebih tinggi (high angle). Cari tempat yang memungkinkan anda dalam posisi yang lebih tinggi atau rendah. Contohnya anda bisa berbaring di lantai untuk sudut memotret yang lebih rendah atau menggunakan kursi dan tangga, untuk sudut pemotretan yang lebih tinggi. Dengan variasi sudut pengambilan gambar, anda mempunyai lebih banyak pilihan dan bisa menentukan foto yang terbaik diantaranya.

Leave a Reply