Sumber radikal bebas penyebab kanker

Radikal bebas dapat diseimbangkan dengan antioksidan melalui berbagai asupan bergisi, tetapi sumber radikal bebas penyebab kanker sebaiknya anda hindari dengan hidup sehat. Banyak sumber asupan bergizi sampai dengan suplemen yang dapat dibeli di apotik, akan tetapi tidak akan ada gunanya jika kita tidak memperhatikan pola hidup sehat dengan benar. Selain meminimalkan dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh, tentunya kita harus dapat mengantisipasi agar radikal bebas tidak menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit jantung, kolesterol, hipertensi dan penuaan dini. Semua penyakit yang diakibatkan karena tingginya kandungan radikal bebas cukup mematikan. Oleh karena itu, maka anda harus hindari sumber radikal bebas penyebab kanker dan penyakit mematikan lainnya. Bagaimana kita bisa menghindarinya?. Mari kita simak paparan mengenai hal tersebut.

radikal-bebasApa bahaya dari radikal bebas yang tidak terkontrol?

Sebenarnya radikal bebas adalah bagian dari proses alami dalam tubuh. Selain sebagai hasil alami, radikal bebas juga dapat bersumber dari luar tubuh. Kadar radikal bebas yang diimbangi antioksidan tidak akan berbahaya, tapi akan membahayakan jika radikal bebas melampaui kadar yang dapat ditangani tubuh hingga menyebabkan kerusakan.

Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung dan kanker. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan.

Saat ini ditemukan bahwa radikal bebas ternyata berperan dalam terjadinya berbagai penyakit. Hal ini disebabkan karena radikal bebas adalah spesimen kimia yang memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada timbulnya suatu penyakit.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain. Di dalam tubuh, radikal bebas akan menurunkan kesehatan akibat terjadinya proses oksidasi. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung, kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal.

Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh (stress oksidatif). Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

Artikel terkait :   Pola hidup sehat air rebusan melati untuk anti kanker

Radikal bebas juga memicu penuaan dini?

Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan jaringan terjadi secara perlahan-lahan. Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun, parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda merupakan serangan empuk dari radikal bebas.

Bagaimana melawan radikal bebas yang berbahaya?

Kita semua pasti tahu bahwa untuk melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh diperlukan antioksidan. Antioksidan memiliki kemampuan untuk menetralisir radikal bebas tanpa menjadi radikal bebas itu sendiri. Ketika antioksidan menetralkan radikal bebas dengan menerima atau menyumbangkan elektron, mereka tidak akan berubah menjadi radikal bebas dan tetap stabil. Dengan kata lain, antioksidan adalah zat kimia yang menawarkan elektron mereka sendiri ke radikal bebas, sehingga mencegah kerusakan sel.

Namun segera setelah antioksidan menetralkan radikal bebas, kemampuan antiosidan terlebut menjadi tidak aktif. Oleh karena itu kita perlu terus memasok tubuh kita dengan antioksidan setiap harinya. Contoh terkenal antioksidan adalah vitamin C, E dan beta-karoten. Tidak hanya vitamin, masih banyak jenis antioksidan lainnya seperti lycopene yang terdapat dalam tomat atau semangka dan juga lutein,

Nah, kini Anda sudah mengerti tentang pengertian radikal bebas dan bagaimana efeknya terhadap tubuh. Sebisa mungkin jaga pola hidup sehat dengan makan makanan yang sehat, olah raga teratur dan juga hindari kebiasaan buruk seperti merokok.

Darimana radikal bebas berasal?

Radikal bebas memiliki dua sumber yaitu sumber endogen dan eksogen. Sumber endogen berasal dari dalam tubuh yang dihasilkan intraseluler, bertindak dalam sel, dan terbentuk di dalam sel, tetapi dilepaskan ke daerah sekitarnya. Radikal bebas intraseluler adalah hasil dari auto-oksidasi dan inaktivasi akibat dari molekul kecil seperti mengurangi tiol dan flavin. Radikal juga dapat terbentuk sebagai akibat dari aktivitas tertentu oksidase, lipoksigenase, cyclo-oksigenase, dehidrogenase dan peroksidase. Transfer elektron dari logam seperti besi yang mengandung molekul oksigen juga dapat memulai reaksi radikal bebas paradoks dimana antioksidan juga dapat menghasilkan radikal bebas.

Sumber eksogen radikal bebas termasuk iradiasi, polusi kimia, ozon, stress, olahraga berlebihan dan beberapa obat, termasuk obat kemoterapi kanker. Sumber eksogen radikal bebas yang dihasilkan dari radiasi pengion memainkan peran utama dalam produksi radikal bebas. Energi ditransfer ke dalam air dari partikel pengion mengionisasi molekul air. Ion-ion air yang dihasilkan memisahkan diri menghasilkan radikal bebas.

Artikel terkait :   Manfaat daun kelor mencegah kanker

Nutrisi apa yang penting untuk melawan radikal bebas?

Protein
Kehilangan protein dalam tubuh khususnya otot rangka adalah akibat terjadinya kekurangan gizi dan asam amino tertentu seperti glutamin dan sistein. Radiasi langsung memberikan kontribusi terhadap peningkatan proteolisis dan atrofi otot. Asam amino merupakan bahan utama sintesis protein dan enzim antioksidan. Beberapa asam amino (misalnya, arginin, citrulline, glisin, taurin, dan histidin), peptida kecil (misalnya, GSH dan carnosine), dan metabolit nitrogen (misalnya, kreatine dan asam urat) langsung mengikat oksigen radikal bebas. Kekurangan asupan protein tidak hanya mengganggu sintesis enzim antioksidan tetapi juga mengurangi konsentrasi jaringan antioksidan. Kemudian ketika kekurangan arginin atau tetrahidrobiopterin akan dihasilkan anion superoksidayang memberikan kontribusi terhadap stres oksidatif dalam pembuluh darah dan atherosklerosis.

Lemak
Asam lemak tidak jenuh atau PUFA cenderung dioksidasi oleh radikal bebas dan ROS. Dengan demikian, asupan tinggi PUFA dapat membuat organisme lebih rentan mengalami peroksidasi lipid, yang dapat diatasi dengan suplemen makanan antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan karotenoid. Peningkatan konsentrasi ekstraseluler asam lemak dan lemak jenuh menginduksi ekspresi radikal nitrogen dibanyak tipe sel termasuk pankreas, sel-sel otot, macrophages, kolon dan hati. Selain itu juga dapat menstimulasi produksi radikal bebas, DNA oksidatif, kerusakan mitokondria otot rangka dan tubuh.

Di sisi lain penelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa konsumsi minyak ikan yang kaya akan PUFA omega-3 dan omega-6 mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler pada manusia. PUFA memberikan efek menguntungkan pada fungsi kardiovaskular melalui dua mekanisme yaitu penurunan konsentrasi plasma triasilgliserol dan menghambat produksi radikal bebas.

Vitamin
Banyak vitamin memiliki fungsi antiatherogenic dan antineuroinflammatois karena dapat menghambat produksi NO yang merupakan radikal penyebab inflamamasi. Misalnya, vitamin A menghambat transkripsi gen dalam sel otot polos pembuluh darah, sel endotel, miosit jantung dan sel mesangial cell. Sedangkan vitamin D, vitamin K dan niasin menghambat terjadinya ekspresi sel-sel inflamasi pada otak, paru-paru dan sel pembuluh darah. selain itu vitamin C dan E juga dikenal sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari berbagai kerusakan akibat radikal bebas seperti degenerasi membran, kerusakan neurologis dan lain sebagainya.

Mineral
Zat besi adalah elemen yang paling melimpah dalam tubuh, dan hampir semua besi terjadi terikat dengan protein. Konsentrasi besi bebas sangat rendah karena besi tidak larut air dan berpartisipasi dalam generasi radikal bebas. Sehingga peningkatan konsentrasi besi ekstraseluler atau intraseluler yang dapat hasil dari kekurangan protein, konsentrasi rendah protein pengikat besi atau cedera sel menpromosikan produksi ROS, peroksidasi lipid, dan stress oksidatif. Selain itu kekurangan mineral lain seperti selenium, tembaga, zink dan mangan dapat mengakibatkan peningkatan pembentukan radikal bebas, meningkatkan kerusakan akibat radikal bebas dan disfungsi pada tubuh.

Leave a Reply