Tanaman untuk mengusir nyamuk

Tahukah anda bahaya obat nyamuk sekali semprot untuk ibu hamil, bayi dan anda sendiri karena mengandung disinfektan?. Tanaman untuk mengusir nyamuk dapat dibudidayakan dengan mudah dalam media tanam yang tidak membutuhkan banyak tempat sebagai alternatif anda yang tidak memiliki banyak lahan di rumah anda. Tanaman yang memiliki aroma khas yang tidak disukai oleh nyamuk ini cocok sekali untuk dapat mengganti obat nyamuk semprot, dimana kandungan zat kimia berbahaya dapat saja meracuni makanan dan minuman disekitarnya. Desinfektan tidak dapat terurai dalam tubuh sehingga akan menumpuk dan bisa menimbulkan penyakit, parahnya dapat mengakibatkan keracunan. Tanaman jenis apa yang dapat menjadi pengganti untuk mengusir nyamuk dari rumah anda sehingga semua anggota keluarga tidak terganggu oleh gigitan nyamuk?

tanaman-pengusir-nyamukApa bahaya obat nyamuk bakar dan semprot bagi kesehatan?

Bagi Anda yang sering menggunakan obat nyamuk bakar, kini Anda harus berhati-hati karena asap yang dihasilkan dari obat nyamuk bakar ternyata berisi polutan yang dapat mengganggu kesehatan.

Anda harus mengetahui beberapa zat yang terkandung dalam obat nyamuk dan salah satunya adalah dichlorovynil dimetyl phosfat yang termasuk racun yang berada di kelas satu dan penggunaannya sudah di larang di dunia.

Menggunakan obat nyamuk memang sebaiknya berhati-hati. Sebab pada dasarnya obat nyamuk adalah racun yang berfungsi untuk mematikan ataupun mengusir nyamuk. Jika masuk tubuh, bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Pada obat nyamuk semprot, bahan aktif yang digunakan adalah Propoxur, Transfluthrin dan Diethyltoluamide (DEET), satu kelompok senyawa organofosfat. Bahan ini cukup sulit untuk terurai. Bahan lain yang digunakan adalah Synthetic Pyirethroid, yaitu Prallethrin dan Permethrin. Kedua bahan yang disebut terakhir ini lebih mudah terurai sehingga lebih aman terhadap lingkungan. Dalam penggunaannya, bahan-bahan kimia tersebut dibuat untuk hampir pada semua jenis obat nyamuk, baik itu obat nyamuk elektrik, semprot, bakar dan lotion.

Artikel terkait :   Peluang usaha sewa kebaya pengantin

Obat nyamuk elektrik, semprot maupun bakar menyebarkan bahan anti nyamuk tersebut melalui udara. Cara ini sangat efektif, karena melalui udara, bahan-bahan terseut akan cepat tersebar ke seluruh ruangan. Namun melalui udara pula, zat-zat tersebut sangat mudah masuk ke dalam tubuh manusia. Setiap hirupan nafas dapat memasukkan sejumlah bahan tersebut ke dalam paru-paru.

Harus dipahami bahwa meskipun obat nyamuk telah diformulasikan dengan berbagai bahan tambahan, seperti bahan pewangi, namun hal tersebut tidaklah menghilangkan efek buruk pada tubuh manusia. Semua bahan tersebut di atas adalah bahan yang dapat mengganggu fungsi syaraf, sehingga dalam jangka panjang, penggunaannya dapat menimbulkan akibat buruk.

Bagaimana dengan obat nyamuk berbentuk lotion? Amankah?

Secara logika, ketika dioleskan di kulit, ada kemungkinan bahan penyusun obat nyamuk tersebut dapat terserap oleh tubuh. Sebab pada kulit memang dapat menyerap berbagai zat yang dioleskan dipermukaannya. Apalagi pada kulit bayi. Karena itulah, penggunaan obat nyamuk berbentuk lotion sangatlah tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia 2 tahun.

Meski sampai saat ini belum ada efek samping dari pemakaian lotion obat nyamuk yang dilaporkan, namun tidak ada salahnya untuk waspada. Mencegah selalu lebih baik. Maka itu untuk anak-anak, apalagi bayi, jangan sampai menggunakan obat nyamuk oles.

Jenis tanaman apa yang secara alami dapat mengusir nyamuk?

sebenarnya ada cara mengusir nyamuk yang lebih aman, mudah dan bersifat kontinyu, yaitu dengan memanfaatkan tanaman-tanaman. Beberapa jenis tanaman / bunga memang diyakini dan sudah terbukti ampuh untuk mengusir nyamuk, dan mudah diterapkan untuk rumah tangga biasa. Berikut beberapa tanaman yang efektif untuk mengusir nyamuk :

Lavender – Penampilan bunga Lavender (Lavandula agustifolia) sangat menarik. Berwarna ungu kecil-kecil dan bergerombol diujung tangkai. Bunganya memiliki aroma wangi dan mengandung zat linalool dan lynalyl acetate. Nah dua zat inilah yang tidak disukai nyamuk. Untuk mengusir nyamuk, sebaiknya tanaman bunga Lavender di tempatkan di dekat pintu-pintu rumah, ventilasi atau lubang-lubang besar lainnya pada rumah. Bunga Lavender juga bisa digosok-gosokkan kekulit untuk menghindari gigitan nyamuk.

Artikel terkait :   Mengobati diare dengan jus jambu biji

Zodia – Zodia adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Menurut Agus Kardinan (2004), daun Zodia mampu mengusir nyamuk selama 6 jam dengan daya perlindungan lebih dari 70%. Selain mengusir nyamuk, khasiat lain dari Zodia adalah penyembuh sakit kepala, disentri, obat gosok dan pembunuh sel kanker.

Zodia akan mengeluarkan aroma bila daun-daunnya saling menggosok. Letakkan tanaman di sekitar ventilasi dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiup dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun keluar. Namun demikian kita harus waspada seandainya tanaman Zodia diletakkan di ruangan sempit dengan sedikit sirkulasi udara, hal ini dapat membuat pusing atau mabuk di dalamnya.

Serai Wangi – Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daunnya tunggal berjumbai, panjang 1 m, lebar 1,5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar, batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, berwarna putih dan akarnya serabut.

Serai wangi yang biasanya dipakai untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu, ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, dan asam-asam organik yaitu sitonelal. Zat sironelal ini memiliki racun kontak sehingga nyamuk dapat kekurangan air.

Geranium – Geranium atau Tapak Dara tumbuh liar disekitar sawah dan digunakan untuk mengusir nyamuk dan ngengat. Untuk mengusir nyamuk, Geranium ditanam di pekarangan rumah, lalu daunnya bergoyang-goyang karena tertiup angin, lalu keluar bau wangi yang khas. Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat citronella yang ampuh untuk mengusir nyamuk.

Leave a Reply