Teknik dasar fotografi DLSR

Seni fotografi paling kreatif pemotretan landscape, atau malam hari yang minim cahaya memerlukan teknik dasar fotografi DLSR untuk setting kamera yang tepat dengan spot foto yang akan diambil. Bagi seorang pemula yang ingin belajar dengan kamera DLSR, hal yang paling penting adalah pengaturan apperture dan shutter speed. Kedua hal tersebut menjadi mutlak untuk dipahami sebagai modal untuk menghasilkan jepretan yang tajam dan detail. Kamera DLSR telah memiliki perangkat sensor yang cukup mumpuni serta kedalaman lensa untuk menangkap semua cahaya yang masuk. Bagi beberapa fotografer yang sudah mumpuni, penggunaan flash pada spot yang minim cahaya sangat diminimalkan karena ingin menangkap cahaya alami yang jatuh ke obyek foto. Teknik dasar fotografi DLSR pada dasarnya sangat sederhana, hanya memerlukan pengalaman yang banyak dan sering melakukan pemotretan sehingga dapat mengasah kemampuan dasarnya. Lalu, teknik dasar apa yang sebaiknya menjadi modal awal seorang pemula dalam belajar teknik fotografi?

teknik-fotografi-dlsr
teknik-fotografi-dlsr

Apa itu kamera DLSR?

Anda selama ini mungkin cukup puas dengan kualitas foto dari kamera saku mungil. Lalu mulai gemar mengamati foto di majalah-majalah yang tampak wah..foto yang super tajam, warnanya serba indah, potret wajah dengan latar belakang yang kabur, air terjun dengan yang telihat sangat lembut seperti kapas atau foto burung yang sedang melesat…foto – foto berkualitas seperti ini rata – rata dihasilkan dari kamera DSLR.

DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex. Kamera ini ukurannya lebih besar daripada kamera saku / pocket. Dengan pengaturan yang bisa kita pilih otomastis ataupun full manual membuat kita akan lebih leluasa mensetting dalam mengambil gambar. Perbedaan yang paling mencolok dengan kamera pocket adalah pada ukuran sensor gambar. DSLR memiliki ukuran senor gambar yang lebih besar sehingga akan membuat kuliatas gambar lebih bagus.

Dari segi kualitas, kamera inilah penghasil foto-foto keren dimajalah atau iklam raksasa di jalan. Begitu dihidupkan anda bisa langsung memotret, tidak ada lagi shutter lag, mampu merekam 3 foto dalam 1 detik, memberi kepuasan kontrol manual untuk hampir semua parameter pemotretan, dan bisa dipakai memotret ribuan foto tanpa kehabisan batere.

Kamera inilah yang membuat banyak orang tergila-gila dengan dunia fotografi, memiliki bunyi khas saat kita memencet shutter (karena kamera saku dan super zoom biasanya diiringi bunyi palsu), dan terasa kokoh dan tangguh saat dipegang.

Anda bisa mengubah lensa sesuai kebutuhan, dari lensa macro dimana anda bisa memotret mata serangga sampai lensa super tele sehingga anda bisa memotret jerawat di wajah teman anda dari jarak 10 meter. Gambar potret yang dihasilkan oleh jenis jenis kamera DSLR adalah gambar HD dengan ketajaman warna yang tinggi. Selain itu mode pemotretan dalam DSLR juga lebih banyak. Jika ingin melakukan perekaman video dengan DSLR juga kualitasnya bisa sama dengan rekam video dengan menggunakan kamera khusus video.

Artikel terkait :   Gaya selfie anak muda banyak di like

Bagaimana dengan kamera prosumer?

Kamera prosumer adalah sebuah kamera hasil perpaduan dari kamera DSLR dan juga kamera pocket. Perpaduan jenis jenis kamera DSLR dan kamera pocket terdapat pada bentuk kamera prosumer yang mirip DSLR namun lebih kecil. Selain itu, dalam kamera prosumer juga menggunakan lensa tanam yang memiliki tingkat zoom yang tinggi. Dengan demikian Anda bisa memiliki kamera yang muat pada tempat kecil, namun hasil gambar dan juga fungsinya hampir sama dengan menggunakan kamera DSLR. Dari salah satu produk kamera bahkan memproduksi prosumer yang hasilnya tidak kalah dengan DSLR dan kemampuan zoom yang tinggi yakni 56 kali zoom. Untuk rataan harga kamera ini sendiri sekitar 3 hingga 6 juta rupiah.

Apa itu istilah ISO?

ISO adalah kepekaan kamera terhadap cahaya dalam kamera DSLR ataupun kamera yang mempunyai teknologi digital akan mempunyai kontrol ini angka ISO sendiri di mulai dari angka kecil hingga angka ISO yang besar. Fungsi dari ISO sendiri adalah untuk mengontrol pengaturan cahaya yang masuk dalam foto nanti contohnya jika memfoto obyek di dalam ruangan gelap Anda dapat menggunakan ISO yang tinggi agar foto yang dihasilkan tidak terlalu gelap.

Sebaliknya jika memfoto obyek pada kondisi terang dan cukup cahaya tidak perlu menggunakan ISO yang tinggi karena akan membuat foto menjadi terlalu terang. Teknik dasar fotografi kamera DSLR tentang ISO ini harus sering sekali untuk dilatih agar terbiasa dengan penggunaan kadar ISO terhadap lingkungan obyek yang akan difoto.

Apa itu diafragma?

Diafragma adalah teknik dasar fotografi kamera dslr yang harus dipahami diafragma adalah pengaturan bukaan pada lensa DSLR. Dalam kamera DSLR di simbolkan dengan huruf F. Ada beberapa ukuran F yang bisa dipilih. F yang memiliki angka lebih kecil membuat bukaan pas lensa ini memadai lebar hasil yang akan di dapat berupa hasil foto obyek utama dan bakcground akan nampak lebih jelas, sendangkan F yang memiliki angka lebih besar mebuat bukaan lensa menjadi lebih kecil hal ini menyebabkan obyek utama di depan kamera lebih fokus (nampak jelas) daripada obyek background yang akan lebih buram.

Artikel terkait :   Contoh foto prewedding unik tahun ini

Diafragma penting karena beberapa tipe foto harus cocok dengan pengaturan diafragma seperti contohnya foto pemandangan harus menggunakan diafragma f ukuran kecil dan foto untuk model menggunakan f ukuran besar.

Apa pengaturan terbaik untuk kamera DLSR?

Kamera DSLR dengan monitor LCD biasanya berisikan menu setting untuk pengambilan foto. Sebelum memulai pemotretan, harus dapat melakukan pengaturan terhadap kamera, mulai dari pengaturan ISO, white balance, format gambar, diafragma, shutter speed dan ukuran gambar yang akan disimpan di memori kamera.
Kemampuan men-setting kamera tentunya tidak akan memberikan hasil yang memuaskan begitu saja, diperlukan pembelajaran dan praktek yang terus menerus, dimana kita akan ditantang untuk dapat meramu perpaduan antara shutter speed, aperture [diafragma/F] dan ISO.

Kemampuan mengatur shutter speed sangat menentukan dalam memperoleh foto yang baik. Ketika akan mengambil foto objek bergerak maka dibutuhkan shutter speed yang cepat agar objek terlihat jelas, sedangkan apabila memotret di tempat yang gelap maka shutter speed harus diatur selambat mungkin agar kamera dapat mengumpulkan banyak cahaya untuk menerangi objek foto.

Ketika menggunakan shutter speed rendah agar foto yang dihasilkan tidak blur karena gerakan tangan maka kita dianjurkan menggunakan tripod untuk menyangga kamera. Setelah mengatur shutter speed, maka kita harus dapat mengatur aperture/diafragma. Ingat cara kerja aperture [biasa dilambangkan degan F] adalah semakin kecil nilai F-nya maka akan semakin besar bukaan diafragmanya ini mengartikan cahaya yang dikumpulkan akan semakin banyak sehingga objek foto akan semakin terang.

Untuk memperoleh exposure [pencahayaan] yang baik maka perlu diperhatikan penyeimbangan nilai shutter speed dan aperture, dan tentunya pemilihan ISO juga berpengaruh. Dalam memilih ISO seorang fotografer harus ekstra hati-hati, karena semakin tinggi nilai ISO maka semakin cepat reaksi sensor terhadap cahaya.

Kunci pemilihan ISO dan shutter speed, apabila anda memilih ISO yang tinggi misalkan ISO 400, ISO 1000 dll maka anda harus memilih shutter speed yang cepat. Begitu pula sebaliknya, bila anda memilih ISO rendah maka anda harus memilih nilai shutter speed yang lambat.

Penggunaan ISO rendah (ISO 64 atau ISO 800) dapat digunakan pada saat hari cerah, sedangkan ISO tinggi seperti 400, 800, 1000 dapat digunakan kepada objek gambar yang berada dalam cahaya rendah [gelap]. Jika ingin men-setting ISO yang dapat digunakan di segala jenis kondisi maka sebaiknya gunakan ISO 100 atau ISO 200.

Leave a Reply