Teknik foto malam hari tanpa flash

Teknik fotografi malam hari dengan cahaya minim banyak menghasilkan foto yang bagus dan banyak disukai. Teknik foto malam hari tanpa flash memiliki karakter serta seni fotografi yang sebenarnya sangat bagus untuk seorang pemula melakukan eksplorasi teknik serta gaya foto. Selain akan menonjolkan warna yang berbeda dengan fotografi pada umumnya, teknik fotografi malam hari memiliki sentuhan yang sangat dalam dari seorang fotografer saat mengadikan apa yang dia ingin bagikan kepada yang lain. Perlu diketahui, fotografi malam hari lebih mengandalkan kejelian fotogfer dalam mengatur ISO kamera yang dipergunakan agar hasil foto yang dihasilkan tidak gelap. Tetapi dengan teknik yang benar, hasil foto malam hari tanpa flash lebih berkualitas dan memiliki sentuhan alami dibanding foto di siang hari yang sering mengalami siluet serta backlight. Apa saja yang perlu dipahami mengenai teknik foto malam hari, terutama tanpa penggunaan lampu flash?. Mari simak ulasan berikut ini.

foto-malam-hariKapan sebaiknya kita perlu memakai lampu flash ?

Lampu kilat pada kamera berfungsi untuk menjadi sumber cahaya sesaat yang bisa membuat obyek yang difoto menjadi terang. Pada kamera modern lampu kilat sudah diberikan berbagai mode lanjutan yang berguna untuk memberikan hasil yang berbeda dan lebih baik.

Lampu kilat bisa yang berjenis built-in (menyatu pada kamera) maupun lampu kilat eksternal. Lampu kilat built-in banyak dijumpai di semua kamera saku dan sebagian besar kamera DSLR. Fungsinya jelas, sebagai sumber cahaya tambahan yang menerangi objek di depan kamera saat tombol rana ditekan. Kekuatan lampu kilat diukur dengan istilah GN (Guide Number) yang menggambarkan kemampuan menerangi objek dalam jarak tertentu, dalam satuan meter. Lampu kilat modern sudah mendukung teknologi TTL yang bisa diatur kekuatannya sesuai jarak objek ke kamera, sehingga resiko terlalu terang atau terlalu gelap bisa dihindarkan.

Banyak orang yang membiarkan mode lampu kilat pada kameranya di posisi Auto. Di posisi ini, lampu akan menyala saat suasana sekitar gelap. Artinya siang hari lampu kilat tidak akan menyala bila di posisi Auto. Untuk penggunaan lampu flash sebaiknya dilakukan saat :

Saat objek dibawah bayangan matahari (fill-in flash). Terkadang kita memerlukan lampu flash di siang hari. Kenapa? Karena sinar matahari yang amat terik akan membuat kontras tinggi pada daerah yang terhalang oleh bayangan sehingga daerah yang terhalang itu akan jadi gelap. Lampu kilat diperlukan untuk menerangi area yang gelap akibat bayangan tadi. Kasus yang lebih umum terjadi misalnya, saat kita memotret objek yang ada dibawah bayangan semisal pohon. Pemakaian lampu kilat di siang hari untuk menerangi objek yang gelap akibat bayangan disebut juga dengan istilah fill-in flash.

Saat objek dibalik sinar terang (backlight compensation flash). Lampu kilat diperlukan untuk melawan sinar dari belakang objek (backlight). Bayangkan saat objek yang akan kita foto duduk persis di balik jendela sehingga cahaya terang dari jendela akan membuat objek yang akan difoto menjadi siluet (lihat contoh di bawah). Dengan lampu kilat, maka kita bisa mencegah siluet ini dan objek yang duduk di balik jendela itu akan tampak jelas.

Saat gelap dan kita tidak punya sumber cahaya lain. Di saat kita perlu memotret namun tidak ada sumber cahaya apapun di sekitar kita, atau cahaya lampu sekitar yang ada tidak cukup kuat untuk menerangi objek (mendapat eksposur yang tepat), kita harus memakai lampu kilat. Artinya, pemakaian lampu kilat dalam kondisi ini dianggap darurat/terpaksa. Tapi jangan berharap banyak akan kemampuan lampu kilat dalam menerangi ruangan gelap yang luas karena kemampuannya terbatas.

Artikel terkait :   Teknik foto penting untuk smarphone

Jadi, lampu flash sebenarnya hanya akan kita pergunakan pada saat siang hari saja. Jika kita pergunakan pada saar mode malam atau pengambilan gambar di malam hari, maka hasilnya akan mengurangi kualitas foto itu sendiri.

Bagaimana teknik foto malam hari tanpa flash nampak lebih natural?

Mendapatkan gambar yang tajam pada kondisi minim cahaya terutama malam hari bukanlah hal yang mudah. Mengabadikan gemerlap lampu kota pada malam hari membutuhkan pengaturan exposure yang cermat, teknik yang tepat serta penggunaan aksesori yang pas. Berikut ini adalah beberapa tips yang telah diamini oleh para fotografer untuk mendapatkan gambar yang tajam pada malam hari:

Gunakan Tripod Dan Shutter Release atau self timer.
Memotret suasana kota dari ketinggian, baik itu kondisi lalu lintas atau rumah-rumah diperkotaan seringkali menggunakan shutter speed yang lambat serta bukaan aperture yang sempit. Nah, Pada Shutter speed lambat tentu akan terjadi banyak getaran apabila hanya memegang dengan tangan. Gunakan tripod untuk meredam getaran saat terjadi shutter lag(waktu jeda antara tombol ditekan sampai dengan gambar terekam) namun tidak cukup hanya dengan tripod kita juga membutuhkan shutter release. Dengan alat ini pengguna tidak perlu menyentuh tombol shutter pada kamera, cukup dikendalikan dan cepretan anda akan bebas getaran. Shutter release tersedia dalam dua pilihan yakni wireless dan kabel.

Percaya atau tidak saat anda menekan tombol pelepas rana(shutter) akan terjadi sedikit getaran yang dapat merugikan, penggunaan shutter release akan sangat bermanfaat karena harganya juga sangat terjangkau. Bagaimana bila lupa membawa shutter release? anda bisa menggunakan self timer, sehingga jeda waktu antara tombol ditekan dengan gambar di capture cukup jauh, sehingga getaran yang dihasilkan oleh tangan akan hilang.

Saat menggunakan tripod pastikan ketiga kakinya berada pada permukaan yang kokoh dan rata. Jika anda memiliki budget lebih belilah tripod yang berharga mahal karena pasti memiliki kualitas berbeda dalam menghasilkan gambar berkualitas dengan tripod murah yang bisa jadi cepat rusak dan kurang mampu menahan kamera dari getaran.

Gunakan aperture yang paling tajam
Untuk memotret landscape atau gambar dengan sudut pandang yang lebar menggunakan bukaan aperture sempit mampu menghasilkan gambar yang tajam disetiap bagian, namun dengan menggunakan setting bukaan aperture tersempit misal f/22 kualitas ketajaman gambar akan kurang maksimal. Hal ini bisa dikarenakan distorsi aberration yang dihasilkan saat lensa berada pada bukaan tersempit. Bukan hanya bukaan tersempit karena bukaan terlebar juga bisa berakhir dengan distorsi. Dalam Sebuah artikel yang ditulis oleh Scott Kelby diafragma tertajam adalah dua stop dari bukaan aperture terlebar, misal bukaan aperture terlebar kamera adalah f/2,8 maka diafragma tertajam adalah f/5,6 dan f/8 dimana angka aperture tersebut juga diamini oleh banyak fotografer fotografer

Kunci Kamera anda/gunakan mirror lock up
Selain penggunaakn tripod dan shutter release, untuk mengurangi getaran pada gerakan cermin anda dapat mengaktifkan fitur mirror lock up(pada merk Canon) sedangkan Nikon bernama Exposure delay mode. Menggunakan fitur mirror lock up akan sangat bermanfaat menghasailkan gambar yang tajam. Saat menggunakan mirror lock up maka mirrok kamera akan bergerak keatas atau ke bawah untuk mengijinkan cahaya masuk menuju sensor. Pergerakan tersebut akan mengakibatkan sedikit getaran sehingga gambar yang kita hasilkan tidak maksimal. Untuk mengaktifkan mirror lock up kita bisa menggunakan live view. Hal ini berlaku pada kebanyakan kamera Namun pada beberapa kamera fitur mirror lock up masih aktif saat kita menggunakan live view anda bisa merubahnya melalui tombol menu dan cari pilihan sub menu mirror lock up.

Artikel terkait :   Baju couple untuk prewedding fotografi

Sesuaikan setting White Balance
Kondisi perkotaan pada malam hari kadang bisa menipu auto white balance, karena “mata kamera” tidak sama dengan mata manusia dalam melihat, White balance auto hanya dapat bekerja dengan baik pada rentan 3000 hingga 7000K. Dengan white balance yang baik maka kertas putih akan tetap berwarna putih, dalam suhu cahaya apapun, baik diterangi lampu pijar ataupun lilin, saat pagi hari berkabut white balance auto juga tidak bisa bekerja dengan baik. Setting white balance berarti menormalkan warna putih yang berarti juga menormalkan warna yang lain agar nampak natural.

Jangan Menaikkan ISO
Sebisa mungkin jangan menaikkan ISO, tempatkan setting ISO dititik terendah yang dimiliki kamera anda, misal ISO 100 atau ISO 50 atau mungkin ISO 100, karena menaikkan ISO berarti menaikkan Noise dan mengurangi ketajaman. Hal ini sangat memungkinkan karena dengan penggunaan tripod maka shutter speed tidak perlu dalam kecepatan tinggi.

Gunakan fokus manual
Ketika autofokus kamera dan lensa menawarkan fitur yang luar biasa hal yang serin terlupa adalah menggunakan manual fokus. Manual fokus sebenarnya mampu menghasilkan gambar yang tajam secara konsisten walaupun agak ribet dalam menggunakannya. Alihkan dari viewfinder menjadi mode live view. Kemudian gunakan tombol zoom/magnifying untuk memperbesar / melihat secara detail ketajaman subjek kemudian putar ring manual fokus pada lensa untuk mendapatkan ketajaman maksimal. Setelah subjek terlihat tajam anda bisa melakukan zoom out dan mulai mengabadikan subjek. Hal ini tentu tidak berlaku jika anda sedang terburu-buru karena akan memakan sedikit waktu dalam setting fokus manual dan bisa jadi anda akan kehilangan momen berharga. Namun dalam jika anda memiliki cukup waktu fokus manual akan sangat bermanfaat.

Gunakan focal length pendek
Jika anda menggunakan lensa zoom pilihlah focal length yang pendek karena dengan focal length panjang akan berpotensi memunculkan blur karena pada lensa dengan focal length panjang sedikit saja getaran bisa mengacaukan gambar. Mengubah focal length tentunya juka akn meruah komposisi jadi anda perlu bersabar dan melakukan beberapa percobaan ulang untuk mendapatkan komposisi yang terbaik.

Matikan Vibration Reduction atau Image Stabilizer
Vibration Reduction pada nikon atau Image Stabilizer adalah fitur yang sama pada lensa keluaran baru yakni berfungsi mereduksi getaran, sehingga tanpa menggunakan tripod fotografer dapat menghasilkan gambar yang stabil sehingga sangat berguna untuk memotret pertandingan olah raga atau aktifitas orang diperkotaan. Hal ini berlaku sebaliknya apabila menggunakan tripod, karena cara kerja lensa dengan fasilitas Vibration Reduction atau Image Stabilizer adalah dengan mencari getaran, fitur tersebut akan terus mencari getaran sehingga akan menimbulkan getaran-getaran kecil. Nah, getaran kecil tersebutlah yang ingin kita hilangkan.

Leave a Reply