Teknologi absensi dengan sidik jari

Seperti di kota Solo sekitarnya, kebutuhan akan program teknologi absensi dengan sidik jari untuk perhitungan gaji dan upah melalui mesin yang terhubung dengan sebuah sistem di instansi maupun perusahaan mulai meningkat terutama karena faktor efisiensi pekerjaan bagian personalia yang sering dituntut untuk bekerja cepat. Jikalau kita perhatikan, perputaran uang pada bagian pengupahan dan penggajian dapat dianggap sebuah rutinitas pada periode pembayaran. Walau terkesan proses perhitungan tidak berubah secara mendasar, akan tetapi nilai akhir dari perhitungannya berdasar tingkat kedisiplinan karyawan. Oleh karena itu, kebutuhan teknologi absensi dengan sidik jari menjadi sebuah angin segar bagi proses verifikasi absensi karyawan agar tidak disalah gunakan. Dalam artikel tips teknologi kali ini, kami akan memberikan gambaran tentang sebuah sistem yang dapat anda manfaatkan dengan mesin absensi sidik jari untuk meningkatkan kedisiplinan serta efisiensi pengerjaan perhitungan penggajian yang terhubung dengan mesin absensi.

Mengapa harus memakai mesin sidik jari?

Salah satu sisi yang dapat dipergunakan secara langsung demi kepentingan perusahaan adalah sistem absensi yang dewasa ini cukup menjadi bahan pembicaraan pada saat sebuah nilai kedisiplinan dipertimbangan dalam memberikan kontribusi bagi perusahaan. Memang sistem absensi yang masih sering kita jumpai dilapangan sangat beragam bentuknya. Dari jenis kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan urusan kepegawaian sampai dengan pemakaian beberapa alat yang mempermudah dalam menganalisa tingkat kedisiplinan pegawai.

Tentu permasalahan yang berhubungan dengan sistem absensi ini tidak bisa dianggap remeh dan tidak dapat dimanipulasi, salah satunya dengan sistem sidik jadi. Secara psikologis bahwa sistem absensi memiliki andil dalam membentuk sebuah pola kerja pegawai yang disiplin terhadap waktu dan kredibilitas terhadap perusahaan. Kedisiplinan dalam menghargai waktu kerja sangat berpengaruh terhadap kontribusi bagi perusahaan. Secara langsung memang tidak akan nampak dalam bentuk angka, tetapi memiliki andil mempengaruhi hasil kinerja seorang pegawai.

Mengapa harus memakai program kalau perhitungan manual saja bisa?

Beberapa kasus yang masih kita temui mengenai penerapan sistem absensi masih ada yang melakukan cara yang sederhana, yaitu dengan menggunakan mesin amano (kartu absen) dan barcode. Kenyataan yang dihadapi oleh bagian personalia dengan menggunakan cara ini belum cukup memuaskan dimana ditemukan beberapa kasus yang merugikan bagi perusahaan, seperti :

Data absen tidak valid. Ada banyak kasus, data absen yang ada di kartu absen tidak valid dimana tingkat kehadiran pegawai masih diragukan. Kartu absen masih cenderung dapat dilakukan oleh pegawai yang bukan pemegang kartu absen. Tentu dengan pengawasan cukup merepotkan juga tidak dapat dijadikan landasan kehadiran pegawai secara mutlak.

Administrasi kepegawaian yang merepotkan. Selain harus melakukan pengawasan yang perlu menjadi pertimbangan, data administrasi dari kartu absen juga harus dimasukkan secara manual untuk membuat laporan. Selain memakan waktu dan tenaga, perlu dipertimbangan juga sumbernya yang belum tentu valid. Belum lagi jika dipengaruhi oleh tingkat prosentase human error pada saat input data absensi. Tentu dengan kasus seperti ini merugikan kedua belah pihak, baik pegawai maupun perusahaan.

Artikel terkait :   Garis putih pada layar HP

Perhitungan jam kerja untuk menghitung gaji cukup merepotkan. Pada saat bagian personalia akan membuat laporan tingkat kedisiplinan pegawai yang tentunya dilakukan satu bulan sekali dari hasil rekap laporan absensi cukup menyita waktu. Padahal pada kenyataannya bagian personalia tidak hanya mengurusi satu sisi urusan kepegawaian ini. Apalagi jika dihubungkan dengan sistem perhitungan penggajian yang membutuhkan data-data dari hasil mesin absensi dalam waktu yang singkat.

Selain daripada kasus tersebut, faktor hubungan kerja antar pegawai juga sangat mempengaruhi pada saat penilaian absensi mengandalkan sisi emosional seseorang. Hal ini sering dijumpai pada saat seorang pegawai bermasalah dengan absensi, dimana keengganan bagian personali terhadap seseorang menentukan nilai kredibilitas seseorang.

Dari ketiga permasalahan yang terjadi diatas, memang belum dapat mewakili semua bentuk permasalahan yang dihadapi oleh bagian personalia jika masih menggunakan sistem yang konvensional. Banyak latar belakang kasus dilapangan yang sering membuat pembuat kebijakan cukup sulit menentukan sikap selama faktor-faktor tersebut diatas belum bisa menemukan solusi.

Berapa harga sebuah mesin absensi dengan sidik jari?

Jangan kawatir mengenai harga dari 1 unit mesin absensi yang sudah diperlengkapi dengan fasilitas absen sidik jari. Dibanding dengan mesin amano yang konvensional, tentu dengan anda memiliki mesin absensi sidik jari ini, anda akan memiliki nilai barang yang lebih dari mesin amano biasa. Lebih fungsional dan upgradable. Dapat dikembangkan dan sangat bermanfaat untuk kecepatan dalam proses absensi kedepan.

Apakah dengan membeli mesin sidik jari sudah termasuk program penggajian?

Memang saat anda membeli mesin absensi yang sudah diperlengkapi untuk absensi dengan menggunakan sidik jari. Akan tetapi, dari sekian banyak produk dan merk yang ada, sistem yang mereka berikan masih sangat teramat prematur untuk menjadi laporan penggajian dan pengupahan. Pengalaman beberapa perusahaan yang membeli mesin absensi saja, masih memerlukan pengolahan secara manual excel kalau hanya beli mesinnya saja.

Jadi, jika anda membeli mesin absensi saja untuk keperluan proses penggajian dan pengupahan, itu saja belum cukup untuk menggantikan seorang pegawai administrasi yang kerjaanya hanya mengolah dalam entuk excel. Apa gunanya membeli mesin absensi jika tidak terjadi efisiensi pekerjaan di bagian personalia?.

cara-absen-mesinBagaimana menghubungkan mesin dengan penggajian secara otomatis?

Jika anda mengandalkan program atau software bawaan dari mesin yang disertakan dalam CD, anda akan salah besar jika tidak melengkapinya dengan sistem absensi yang dibuat secara terpisah. Semua seri mesin absensi yang ada sekarang, tidak menyertakan sistem yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan sistem penggajian dari perusahaan yang akan mempergunakannya sebagai absensi ini.

Artikel terkait :   Mengapa paket internet cepat habis?

Jika anda memiliki komponen, formula dan kebijakan sendiri dalam memperhitungkan nilai gaji dan upah, sebaiknya anda berpikir untuk melengkapinya dengan sistem yang sesuai dengan mesin absensi sidik jadi yang anda beli, yaitu dengan menghubungi programmer yang berkompeten dengan mesin absensi sidik jari, yaitu melalui kontak kami dalam website ini.

program-absensi-mesinJenis laporan apa saja yang dapat dihasilkan dalam sistem penggajian?

Mengenai jenis-jenis laporan yang akan dihasilkan dari sistem ini sangat menjanjikan dimana data awal absensi pegawai telah tersaji sedemikian rupa sehingga akan mudah dalam memenuhi kebutuhan personalia. Dengan melihat kebutuhan bagian personalia yang berhubungan dengan data absensi, maka beberapa jenis laporan yang bisa diberikan dari sistem yaitu :

1. Data absensi harian pegawai.
Data ini berupa cetak laporan absen harian setiap pegawai yang menyajikan informasi mengenai jam datang dan pulang pegawai setiap harinya, termasuk kalkulasi jumlah transaksi (mis : tidak masuk, tidak absen, keterlambatan, dll)

2. Data jadwal kerja pegawai.
Data ini merupakan hasil dari rekap absensi harian dimana berhubungan dengan hari kerja dan libur, termasuk jika pegawai melakukan transaksi cuti, dinas luar, dll. Data ini berfungsi untuk melihat frekuensi jam kerja pegawai selama 1 bulan. Dalam bentuk laporan ini akan kelihatan posisi pegawai pada jadwal kerja selama 1 bulan.

3. Data keterlambatan pegawai.
Data ini menyajikan daftar pegawai yang terlambat masuk kerja, termasuk mengenai jumlah frekuensi keterlambatan dan total terlambat selama 1 bulan. Laporan ini dapat dipergunakan oleh bagian personalia untuk memberikan penilaian kondite pegawai. Terutama berhubungan dengan prestasi, pemberian tunjangan yang berhubungan dengan kedisiplinan pegawai sampai pada tahap proses pemberian promosi terhadap pegawai.

4. Data pulang dini pegawai.
Data ini menyajikan mengenai daftar karyawan yang pulang dini dengan tanpa alasan, termasuk kalkulasi frekuensi pulang dini dan total dalam 1 bulan.

5. Data tidak melakukan absen pegawai.
Data ini menyajikan daftar siapa saja pegawai yang tidak absen tetapi tidak memberikan keterangan mengapa tidak hadir. Tentu dengan memberikan total berapa kali tidak melakukan absen dalam 1 bulan. Hal ini berhubungan dengan keterangan pegawai yang tidak melakukan absensi tanpa surat keterangan yang jelas.

6. Grafik absensi pegawai.
Grafik ini diberikan dalam hal mempermudah bagi bagian personalia menganalisa tingkat kedisiplinan pegawai. Bentuk dan jenis grafik sangat beragam tergantung dari kebutuhan personalia, misalnya grafik mengenai prosentase keterlambatan per bagian, grafik prosentase pulang dini perbagian, dan beberapa macam grafik analisa lainnya.

Jika anda tertarik untuk melakukan efisiensi pekerjaan bagian personalia dengan mempergunakan mesin absensi sidik jari, silakan hubungi melalui kontak kami di bagian page website ini.

Leave a Reply