Waspadai bintik merah pada bayi

Banyak keluhan ruam pada kulit bayi dialami karena badan panas dengan ditandai kulit memerah karena bintik. Waspadai bintik merah pada bayi yang bisa saja diakibatkan karena serangan penyakit berbahaya, seperti demam berdarah yang sering dianggap keluhan sakit kulit biasa dan akhirnya sudah terlambat melakukan pengobatan yang hingga merenggut nyawa. Bintik merah pada permukaan kulit bayi, menjadi sebuah pertanda atau ciri-ciri awal adanya sebuah serangan penyakit dari dalam tubuh. Reaksi bayi yang merasakan panas badannya meninggi akan nampak pada permukaan kulit yang memerah. Maka dari itu, waspadai bintik merah pada bayi dengan seksama dan cepat respon untuk mengetahui sumber penyakitnya. Apa saja penyebab bintik merah pada kulit bayi?. Berikut penjelasannnya.

bintik-pada-bayiSalah satu gangguan kesehatan yang seringkali timbul pada bayi yaitu demam. Demam dapat disertai dengan gejala lainnya , salah satunya timbulnya bercak merah pada seluruh badan bayi anda. Beberapa orang beranggapan apabila terjadi demam yang disertai dengan bercak merah merupakan penyakit campak. Betulkah timbulnya bercak merah disertai dengan demam pada bayi anda merupakan campak?

Tidak selamanya demam yang disertai dengan bercak merah merupakan penyakit campak pada bayi anda. Meskipun beberapa tenaga medis seringkali menyimpulkan penyakit campak yang lebih dari satu kali terjadi pada bayi. Padahal seharusnya penyakit campak hanya terjadi satu kali seumur hidup karena memiliki mempunyai kekebalan alamiah.

Mengapa timbul bintik merah pada bayi ?

Para ibu muda biasanya akan panik dan khawatir ketika mendapati bintik-bintik merah atau bintil-bintil yang timbul di wajah dan tubuh bayi. Berbeda dengan kondisi kulit orang dewasa yang tebal, kulit bayi yang masih relatif tipis dan sensitif lebih rentan terhadap alergi, iritasi dan infeksi. Hal ini dikarenakan secara struktural kelenjar minyak pada kulit bayi masih belum berkembang secara sempurna.

Penyebab timbulnya bintik-bintik merah di wajah dan tubuh bayi ini sangat kompleks dan bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor dari dalam tubuh misalnya faktor keturunan, sementara faktor luar misalnya cuaca yang panas, lingkungan yang lembab, banyak debu dan lain sebagainya.

Bintik-bintik merah disertai kulit yang tampak kemarahan ini bisa menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Karena bayi belum mampu menyampaikan dengan kata-kata apa yang dirasakannya, maka bayi akan rewel atau bahkan menangis tanpa henti.

Apa penyebab timbulnya bintik merah pada bayi?

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak beberapa kemungkinan penyebab bintik-bintik merah pada wajah dan bagian badan bayi lainnya berikut ini:

1. DBD
Salah satu tanda-tanda terjadinya penyakit DBD yaitu timbulnya bercak merah pada hari ke 1-4 yang mirip seperti campak. Bercak merah yang disertai demam ini akan hilang pada hari ke 5-7.

2. Rubella
Penyakit rubella seringkali disebut dengan nama campak jerman. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus rubella dapat menginfeksi tubuh melalui hidung dan tenggorokan. Meskipun demikian pada anak-anak lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa. Virus rubella dapat pula ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya sehingga untuk mencegah penyebarannya ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan tes rubella sebelum merencanakan kehamilan.

3. Exantema Subitum
Exantema Subitum yaitu kelainan yang terjadi diakibatkan oleh infeksi virus yang seringkali mirip dengan campak. Perbedaannya pada campak bercak merah timbul disertai dengan demam sedangkan pada exantema subitum demam akan terjadi pada 1-3 hari kemudian timbul bercak kemerahan. Kelainan seringkali dialami oleh bayi yang menderita alergi.

4. Infeksi Mononukleoss
Penyakit ini ditandai dengan demam disertai dengan nyeri pada tenggorokan dan juga pembesaran kelenjar getah bening yang disebabkan oleh virus. Virus penyebab infeksi mononukleoss yaitu virus epstein Barr yang dapat menyerang anak-anak, remaja dan usia dewasa.

5. Sindrom Kawasaki
Demam yang disertai bercak merah dapat terjadi pada bayi yang dapat mempengaruhi beberapa organ termasuk kulit, kelenjar getah bening, selaput lendir dan juga dinding pembuluh darah akan tetapi efek yang paling serius pada jantung yang akan beresiko lebih tinggi pada anak.

6. Allergic Drug Eruption
Reaksi alergi pada kulit yang terjadi sebagai akibat dari pemberian obat dengan cara yang sistematik. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisik pada seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret sehingga diperlukan adanya pengobatan melalui terapi sistematik.

Bagaimana mengatasi bintik merah karena alergi pada bayi?

Cara paling efektif untuk mengatasi alergi adalah dengan menjauhkan anak dari sumber pencetus alergi (alergen). Bila anak alergi terhadap debu, tungau, maka sebaiknya, hindari bayi untuk terpapar zat-zat yang bisa menyebabkannya alergi tersebut. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan rumah agar bebas dari debu dan tungau.

Bila bayi alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam produk perawatan bayi, sebaiknya segera hentikan penggunaannya, dan ganti dengan produk perawatan lainnya yang bahannya lebih lembut dan aman bagi kulit bayi. Untuk mengetahui apakah bayi alergi atau tidak terhadap bahan-bahan tertentu dalam produk bayi yang digunakan, orangtua perlu memperhatikan reaksi yang muncul pada kulit bayi setelah pemakaian produk tersebut.

Bila bayi alergi terhadap makanan tertentu, orangtua perlu jeli untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa menimbulkan reaksi alergi pada kulit bayi. Misalnya, bayi berusia 6 bulan ke atas sudah diberi makanan padat. Orang tua harus benar-benar hati-hati dalam memberikan makanan kepada bayi. Terlebih bila dalam keluarga memang ada riwayat alergi, maka kemungkinan besar bayi juga akan mengalami alergi.

Cara mengetahui apakah bayi alergi atau tidak terhadap suatu jenis makanan tertentu yaitu dengan melihat gejala/tanda yang mungkin timbul selama kurang lebih 3 hari setelah makanan tersebut masuk ke dalam tubuh bayi.

Misalnya, Anda memberikan telur kepada bayi. Coba perhatikan gejala-gejala alergi yang mungkin timbul selama 3 hari ke depan, bisa berupa bintik-bintik merah di kulit, gatal-gatal atau gangguan pencernaan. Bila memang ternyata bayi alergi terhadap telur, maka sebaiknya Anda menunda memberikan telur kepada bayi. Tunggu sampai usia bayi agak besar karena alergi telur biasanya akan hilang dengan sendirinya. Begitu pula untuk jenis makanan yang lain. Orang tua harus mencoba dan melihat reaksi yang timbul, lalu mencatat apa saja yang bisa membuat bayi alergi.

Orang tua juga bisa melakukan semacam tes alergi terhadap anak ke dokter untuk mengetahui alergen apa saja yang perlu dihindari bayi.

Pemberian obat-obatan biasanya tidak terlalu dianjurkan, karena bayi dianggap masih terlalu kecil. Selain itu, masih banyak cara penanganan lain yang lebih baik dan aman untuk dilakukan.

Untuk pengobatan oles pada kuli misalnya dengan pemberian krim biasanya yang mengandung steroid rendah, tapi hal ini harus sesuai dengan anjuran dokter. Berbeda dengan penyakit, alergi tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Alergi hanya akan hilang bila sumber pencetusnya disingkirkan atau dijauhi. Sebaiknya, optimalkan pemberian ASI ekslusif karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi Anda yang cukup efektif mencegah dan meringankan alergi.

Leave a Reply